√Ulasan Novel Yang Telah Lama Pergi Tere Liye
Header catatantirta.com

Ulasan Novel Yang Telah Lama Pergi Tere Liye

Ulasan novel yang telah lama pergi tere liye ceatakan pertama


Hai Sahabat Tirta,

Novel fiksi masih menjadi buku kesukaan Tirta. Kali ini Tirta mau memberi sedikit ulasan novel Yang Telah Lama Pergi Tere Liye. Sebuah novel epik yang mengambil latar jaman kerajaan Sriwijaya dan lautan yang mengelilinginya. Novel fiksi ini menceritakan bajak laun dari sisi yang berbeda.

Identitas Novel / Buku

Sebelum kita mengulas lebih dalam, simak dulu detail identitas buku fiksi ini ya.

  • Judul : Yang Telah Lama Pergi
  • Penulis : Tere Liye
  • Penerbit : Sabak Grip Nusantara
  • Tahun terbit : Agustus 2023 (cetakan pertama)
  • Jumlah halaman : 444 hlm; 20 cm
  • ISBN :978-623-88296-0-6
  • Genre : Petualangan dan sejarah
  • Harga : Rp. 99.000 (pulau Jawa)
Mengapa berjudul Yang Telah Lama Pergi? Sebab semua kejadian hari ini dan nanti berawal dari apa yang telah berlalu, dari semua yang telah lama pergi.

Sinopsis Novel

Sinopsis novel terbaru Yang Telah Lama Pergi karya Tere Liye ini tergolong unik. Tidak banyak kata yang dituliskan pada cover belakang buku. Hanya lima baris saja :

Yang Telah Lama Pergi

Sakit hati....
Balas dendam....
Dendam kesumat....
Tangis dibalas tangis....
Luka dibalas luka....


Benar-benar singkat dan padat ya, Sahabat. Tetapi Tere Liye menjelaskan bahwa lima baris sinopsis novel ini dibuat akurat dan mewakili isi novel secara keseluruhan.
Banyak sinopsis dari buku-buku Tere Liye yang dibuat dengan kata-kata puitis dan syarat makna. Seperti novel RASA , Sunset Bersama Rosie , dan HELLO . Semua mengandung inti sari dari novel dan tentunya membuat kita sebagai pembaca penasaran.

ulasan novel yang telah lama pergi tere liye lengkap dengan sinopsis


Kata Penulis Tere Liye

Dilansir dari media sosial resmi Tere Liye yaitu akun instagramnya, Tere Liye bercerita bahwa sudah lama ia ingin menulis cerita tentang "balas dendam. Bukan cuma balas dendam biasa, melainkan balas dendam  yang sangat serius. Balas dendam yang direncanakan selama puluhan tahun dan melibatkan banyak pihak.Balas dendam yang megah, seperti orkestra menakjubkan. Saat ribuan kapal bertempur di laut bersama badai yang menggila.

Satu pesan menarik dari Tere Liye melalui buku ini adalah : 

"Balas dendam itu buruk. Tapi boleh jadi ada yang menarik di dalamnya. Dan itu bisa memberikan hikmah. Saat energi balas dendam itu mengubah banyak hal disekitar, menjadi lebih baik"
-Tere Liye_

Sudut Pandang dan Latar 

Sudut pandang novel Yang Telah Lama Pergi adalah POV 3. Tere Liye menceritakan seluruh kisah seperti menyaksikan semuanya. Sedangkan Latar novel balas dendam ini adalah masa kerjaan Sriwijaya sekitar tahun 1.200 Masehi. Adegan di dominasi oleh lautan dan kapal tempur bajak laut. Sesekali ada selingat tentang negara lain seperti Tibet, China, dan Baghdad.

Tokoh-Tokoh Novel Yang Telah Lama Pergi

Ada banyak tokoh dalam novel Yang Telah Lama Pergi. Semuanya menjadi penguat isi cerita dan memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

1. Mas'Ud alias Al-Baghdadi

Tokoh utama dari novel Yang Telah Lama Pergi Tere Liye ini bernama Mas'ud. Ia berasal dari salah satu kota terindah di dunia bernama Baghdad. Dalam novel ini Mas'ud memiliki panggilan spesial yaitu Al-Baghdadi sesuai dengan nama kotanya berasal. Al-Baghdadi berberawakan tinggi dengan jenggot di dagunya. Ia adalah seorang Kartografi atau pembuat peta. Ia memang meiliki garis keturunan para pembuat peta. Ayahnya, kakeknya, dan ayah dari kakeknya, semua mengalir darah kejeniusan. Ahli mengingat dan menggambar dengan detail setiap yang dilihat.

Namun, ketika membaca novel Yang Telah Lama Pergi ini, saya menangkap bahwa tokoh utamanya adalah Raja Perompak. Sebab ketua dari balas dendam ini adalah si Raja Perompak.

2. Remasut (Raja Perompak)

Saat membaca novel Yang Telah Lama Pergi Tere Liye, saya berpikir bahwa Raja Perompak adalah tokoh utamanya. Dalam setiap adegan dan kilas balik masa lalu, selalu tentang Remasut dan rekannya. Akan tetapi, dari keterangan Tere Liye sendiri menjelaskan bahwa tokoh utamanya adalah Al-Baghdadi.

Remasut merupakan penduduk dari suku Nelayan, suku asli para perompak. Ia mengalami banyak peristiwa, perjuangan hidup, kekejaman, dan juga kesedihan sehingga membuatnya menjadi pribadi yang kuat, tegar, dan hebat.

3. Pembayun

Pembayun menjadi tokoh bantu paling utama dalam novel ini. Ia merupakan jembatan di balik kisah kehidupan raja bajak laut. Pembayun menjadi penasehat Raja Perompak dan juga orang yang menceritakan hubungan dan pertemuan antara raja bajak laut dengan teman-temannya. Posisi Pembayun di sini sangat penting sebab dialah saksi dari semua kejadian.

4. Biksu Tsing

Salah satu tokoh protagonis dalam novel ini adalah biksu Tsing. Beliau menjadi pembimbing dan pencerah atas pemikiran yang baik. Pertemuan Biksu Tsing dan Raja Perompak diceritakan lengkap oleh Pembayun pada Al-Baghdadi.

5. Tuan Emishi

Seorang samurai hebat dari Jepang bernama tuan Emishi memiliki perjalanan hidup yang cukup kelam. Bagaimana ia kehilangan dua penglihatannya sejak muda dan berusaha agar tetap menjadi samurai yang hebat. Tuan Emishi memiliki misi balas dendam yang sejalan dengan Raja Perompak. Samurai buta yang menjadi penolong di situasi genting.

5. Ajwad

Berbeda dari yang lain, Ajwad tidak memiliki alasan balas dendam. Diceritakan bahwa Ajwad pernah ditolong oleh Raja Perompak dan berniat ikut serta ke mana Remasut pergi. Ajwad menjadi koki khusus Raja Perompak. Perangainya yang humoris menjadi pelengkap novel Yang Telah Lama Pergi.

6. Remisit

Dari namanya saja sudah bis ditebak. Remisit memiliki hubungan paling dekat dengan Remasut si Raja Perompak. Ya, Remisit ini adalah sepupu dari Raja Perompak. Ia sekaligus berperan sebagai salah satu Hulubalang, pemimpin pasukan perompak.

7. Para Deputi Hulubalang

Raja Perompak memiliki bawahan yang memimpin beberapa kapal yang disebut Hulubalang. Ada empat Hulubalang yang menjadi orang kepercayaan Raja Perompak. Masing-masing mendapat tugas khusus dalam misi balas dendam ini.

8. Tokoh Pendukung

Ada banyak tokoh pendukung dalam kisah balas dendam yang epik ini. Paduka Sri Rama, Laksamana Tinggi, Deputi Laksamana, para Adipati, para perompak, dan juga biksu Tsang. Semuanya menjadi tokoh pelengkap yang mendukung kesempurnaan novel Yang Telah Lama Pergi Tere Liye ini.

Review novel yang telah lama pergi tere liye lengkap dengan sinopsis


Ulasan Novel Yang Telah Lama Pergi

Ada banyak hal yang bisa kita dapatkan dari novel ini. Novel tentang balas dendam banyak orang dengan target yang sama sehingga mereka bersatu merencanakan aksi yang luar biasa. Sebuah aksi balas dendam yang berhasil meruntuhkan kekuasaan tanpa menyakiti orang-orang yang tidak bersalah.

Isi Novel 

Novel Yang Telah Lama Pergi bercerita tentang balas dendam, sakit hati, kehilangan, kepedihan, perjuangan, dan juga kebaikan. 

Awal cerita dibuka oleh kata yang mengejutkan yaitu "Kamu sudah Gila!"

Kata itu adalah ucapan dari istri Al Mas'ud saat memberitahu istrinya bahwa ia kan pergi untuk menyelesaikan peta Swarnadwipa. Sebelumnya peta tersebut telah dikerjakan oleh ayah Mas'ud, sayangnya beliau meninggal dunia sebelum menyelesaikannya. Darah Kartografi mengalir deras di diri Mas'ud sehingga ia bertekad untuk merampungkan peta tersebut apapun taruhannya.

Mas'ud meninggalkan kota Baghdad dan memulai perjalanannya ke negeri yang jauh, Swarnadwipa. Malangnya, kapal yang ditumpangi Mas'ud diserang Perompak. Dalam situasi terjepit, Mas'ud berhasil diselamatkan oleh biksu Tsing. Di sinilah cerita balas dendam ini dimulai.

Mas'ud yang masih ragu dan takut terpaksa mengikuti arahan biksu Tsing. Menumpang kapal perompak untuk bertemu dengan Raja Perompak. Satu demi satu kisah di balik alasan balas dendam epik terungkap. Dialah Pembayun yang dengan sabar menceritakan semua kisah tersebut.

Mulai dari latar belakang Raja Perompak sampai seluruh perjalanan kisahnya bersama biksu Tsing, Emishi, Ajwad, dan lainnya. Rencana utama Mas'ud adalah menyelesaikan peta Swarnadwipa. Apapun akan ditempuh demi melengkapi peta tersebut. Termasuk menjadi bagian dari perompak pun ia bersedia. Mas'ud terjebak, tetapi akhirnya dia tahu bahwa aksi balas dendam ini memiliki alasan yang sangat kuat. Tujuannya pun bisa dibilang mulia meski secara kasat mata caranya terbilang salah.

Raja Perompak memimpin penyerangan. Target utamanya adalah kota Palembang yang menjadi pusat kerajaan Sriwijaya. Paduka Srirama harus dilengserkan demi kemakmuran rakyat.

Keserakahan para pemilik kekuasaan menjadi akar permasalahan ini. Mereka hidup senang dan bermewah-mewahan di atas penderitaan rakyat. Banyak keputusan dibuat atas dasar kepentingan rakyat, kesejahteraan, padahal semua itu palsu dan hanya memperkaya diri sendiri. Para penguasa tidak peduli pada kemiskinan dan penderitaan rakyat. Alih-alih mensejahterakan tetapi justru menindas bangsa sendiri.

Raja Perompak berkoalisi dengan banyak pihak. Semua punya tujuan yang sama yaitu balas dendam.Ia sudah menyusun strategi penyerangan dengan detail. Kapal-kapal tempur disiapkan dengan kemampuan penuh. Para perompak siap mati demi menuntaskan misi balas dendam ini.

Lagu perompak di novel yang telah lama pergi tere liye

Ada lirik yang menarik dalam novel ini. Lirik yang menjadi lagu penyemangat para perompak

"Kami adalah bangsa perompak....
Kami dibesarkan oleh badai topan....
Kesedihan adalah teman kami....
Rasa sakit adalah makanan kami....
Tidak akan ada yang bisa mengalahkan kami...."

"Kami adalah bangsa perompak...
Langit adalah atap rumah kami....
Bintang gemintang adalah lampu-lampu kami....
Petang dan pagi silih datang berganti....
Tapi esok yang baik akan selalu dinanti...."

Perompak tidak kenal kata menyerah dan kalah. Mereka lebih memilih mati secara terhormat daripada lari menyelamatkan diri. Harga diri perompak sangat tinggi hingga mereka tidak takut apapun bahkan mati sekalipun.

Bagaimana akhir dari aksi balas dendam ini?

Apakah strategi yamg disusun selama 10 tahun bisa berhasil?

Lalu bagaimana nasib para perompak dalam pertempuran sengit itu?

Air mata dibalas air mata

Luka dibalas luka

Ada harga yang harus dibayar untuk setiap keputusan.

Begitupun aksi balas dendam ini.

Penasaran?

Segera miliki novel Yang Telah Lama Pergi Tere Liye ini.

Keunggulan Novel Yang Telah Lama Pergi

Setiap novel karya Tere Liye selalu berhasil membuka wawasan dan pengetahuan baru bagi pembacanya. Sudah menjadi ciri khas Tere Liye dalam setiap buku yang ia tulis akan dibumbui dengan sejarah, ilmu pengetahuan, teknologi, bahkan mitos-mitos yang terkesan nyata.

Ulasan novel Yang Telah Lama Pergi Tere Liye ini tidak akan jauh dari pemilihan nama tokoh yang unik, penggunaan bahasa yang menarik, penjabaran latar yang sangat detail, dan hikmah di balik cerita yang di tulis.

Saat pertama kali melihat cover novel Yang Telah Lama Pergi, menggambarkan latar dari novel ini. Laut dan selat diantara dua pulau. Di sana juga ada kapal besar dan perahu kecil yang sedang  berlayar. Burung dan ikan penghuni lautan ikut menghiasi cover. Dan yang terakhir adalah pulau yang dilindungi oleh benteng tinggi serta menara penjaga yang kokoh.

Ketika membaca novel ini, kalian akan belajar banyak hal dan ingin mengetahuinya lebih lengkap. Tentang kerajaan Sriwijaya yang pernah menjadi kerajaan terbesar di nusantara. Betapa kayanya pulau Swarnadwipa akan rempah-rempahnya yang melimpah. Kalian juga diajak untuk mengenal kebiasaan para perompak dan cara menggunakan layar-layar kapal.

Satu bagian yang akan membuat kalian tercengang adalah tentang teknologi dan sains yang digunakan dalam novel ini. Pulau Terapung milik Raja Perompak akan menerbangkan imajinasi kalian. Ditambah lagi ternyata ilmu Kartografi juga bermanfaat dalam strategi perang. Sungguh pemikiran yang sangat inspiratif.

Kekurangan Novel Yang Telah Lama Pergi

Hampir tidak ada kekurangan dalam novel ini. Bukan karena Tirta adalah penggemar Tere Liye, tetapi memang setiap novel karyanya tidak pernah gagal membuat pembacanya terpesona.
Hanya satu yang membuat kejanggalan dalam penulisan novel yaitu tentang bahasa yang digunakan dalam komunikasi antar tokoh.

Diketahui bahwa tokoh-tokoh dalam novel ini berasal dari tempat yang berbeda-beda. Tentu saja secara nyata mereka memiliki bahasa yang berbeda juga. Namun, dalam novel Yang Telah Lama Pergi Tere Liye tidak menambahkan kutipan atau penjelasan terkait bahasa.

Memang diceritakan bahwa Raja Perompak adalah seorang yang gemar membaca, menyukai berbincang dengan orang-orang yang ditemuinya, dan belajar budaya orang lain sehingga ia pantas bisa banyak bahasa. Namun bagaimana dengan tokoh lain? Mereka tidak seperti Remasut yang pandai dan cerdas. Mungkin bisa ditambah satu tokoh yang menjadi penerjemah atau penghubung komunikasi antar tokoh.

Secara keseluruhan, novel ini bagus dan sangat menarik.

Jika diminta untuk menilai, Tirta memberi skor 9/10 untuk novel Yang Telah Lama Pergi.

Hikmah di Balik Novel Yang Telah Lama Pergi Tere Liye

Balas dendam bukanlah perbuatan yang baik. Namun balas dendam bisa menjadi jalan yang baik jika dilakukan dengan cara yang tepat dan menghasilkan kebaikan.
Novel Yang Telah Lama Pergi memberi kita pelajaran bahwa setiap perbuatan akan mendapat balasannya. Apapun yang kita lakukan di masa lalu akan menjadi bagian dari masa yang akan datang.
Mereka yang telah lama pergi bisa menjadi alasan kuat untuk melakukan banyak hal di masa depan.

Nah sahabat, inilah ulasan novel Yang Telah Lama Pergi Tere Liye.

Kalian makin penasaran seperti apa keseruan dan epiknya pertempuran antara para perompak dengan tentara kerajaan Sriwijaya di laut lepas?

Segera miliki bukunya. Tentu saja buku original ya, jangan yang bajakan.

Sahabat bisa membeli buku-buku Tere Liye di marketplcae resmi Tere Liye : Tere Liye Official Store . Kalian juga bisa dapat tanda tangan asli Tere Liye, loh.

Membeli buku original adalah bagian dari penghargaan kita utnuk para penulis atas karya-karya mereka. Dengan membeli buku original berarti kita mendukung para penulis untukterus berkarya dan menghasilkan buku-buku yang bermanfaat.

Salam literasi.

4 komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta