√Review Buku RASA Karya Tere Liye
Header catatantirta.com

Review Buku RASA Karya Tere Liye




Apakah memaafkan itu mudah diberikan?
Apakah melupakan itu ringan dilakukan?
Sayangnya, itu seringkali lebih enteng diucapkan,
tapi di hati terdalam tetap begitulah.

Bagaimana caranya kita memeluk erat semua
 rasa marah, benci, sakit hati, ketika itu bahkan
 baru mulai dibicarakan saja sudah menyakitkan?
Bagaimana berdamai dengan situasi tersebut?

Inilah novel tentang "rasa'

Berbagai rasa berkumpul di novel ini.
Jika kalian tertawa, menangis, atau merenung
 panjang saat membaca buku ini, ingatlah selalu : 
apapun yang terjadi atas kehidupan, 
tidak semuanya berjalan sesuai keinginan kita.
Tapu kita selalu bisa menerimanya.

Tere Liye

Review Buku RASA karya Tere Liye


Bismillah
Novel karya bang Tere memang tidak perlu diragukan lagi. Kali ini beliau menulis perjalanan tentang berbagai rasa yang pasti pernah ada dalam kehidupan kita. Novel berjudul Rasa ini dibuat dengan latar ibu kota Jakarta. Suasana komplek khas warga Jakarta dengan angkot pengangkut para pelajar menuju ke sekolah. Kisah dalam buku ini dibumbui dengan sains, sejarah, dan budaya. Khas sekali gaya menulisnya Tere Liye. Tapi bukan berarti tanpa perbedaan, loh, sebab yang diangkat kali sangat spesial yaitu berkaitan dengan dunia fotografi. Tere Liye menjabarkan seluk beluk dunia fotografi melalui pemeran utama dalam cerita 'Rasa'. Lin, seorang remaja kelas X MIA memiliki bakat fotografi kelas dunia.

Sasaran pembaca buku ini adalah remaja usia 15 tahun ke atas. Cerita tentang rasa dalam keluarga, persahabatan, sakit hati, persaingan, dan juga cinta yang sederhana. 
Buku terbitan Sabak Grip Nusantara ini dibandrol dengan harga Rp. 99.000. Kalian bisa mendapatkannya di toko online resmi milik bang Tere atau datang langsung ke Gramedia terdekat. Ingat, beli yang asli, jangan bajakan. 

Linda atau yang lebih sering disapa Lin merupakan adik dari Adit. Kakak beradik ini tidak pernah akur. Ada saja pertengkaran diantara mereka. Hanya bunda yang sabar menghadapi kelakuan anak-anaknya itu. Bunda tak pernah marah pada dua anak kesayangannya itu. Bunda tahu sebab begitulah bahasa cinta kedua anaknya. Kehidupan mereka cukup bahagia. Meski masa-masa sulit pernah ada, tetapi bunda, Adit, dan Lin berhasil menaklukannya.

Topi butut kesayangan Linda tidak pernah berpindah dari kepalanya. Ia selalu mengenakannya, di sekolah, di angkot, bahkan di dalam ruang kerjanya di studio foto pun tetap setia melekat menutupi gelungan rambut panjang Lin. Gayanya yang seperti fotografer ini tak jadi penghalang pergaulan Lin. Bahkan Lin punya sahabat terbaik bernama Jo, putri dari produser terkenal di Jakarta.

Persahabat Lin dan Jo sangat erat. Di mana aja Jo, di sana pasti aja Lin. Hingga suatu masa ujian persahabatan mereka diuji oleh rasa. Rasa cinta pada lawan jenis yang sama. Laki-laki yang hadir merusak persahabatan mereka. Episode persahabatan Lin dan Jo patut dijadikan contoh oleh generasi muda saat ini. Di mana ada cinta yang lebih tulus, tanpa mengharap balasan yaitu persahabatan.

Konflik utama dari novel Rasa adalah tentang penghianatan, sakit sakit, memaafkan, dan penerimaan. Kisah masa lalu yang tak mungkin dilupakan begitu saja. Terlebih lagi masa lalu yang menyakitkan. Tentu saja bukan perkara mudah untuk memaafkan sebuah kesalahan yang telah meninggalakan luka dalam. Luka itu memang akan terus ada, tetapi seiring berjalannya waktu, menerima luka dan memelukmya erat adalah jalan terbaik untuk mencapai kebahagiaan.

Linda membenci ayahnya yang memilih pergi dengan wanita lain. Tangis bunda di sepanjang malam menjadi benih-benih kebencian Lin pada ayahnya. Tapi, kebencian itu muncul karena akar masalah yang tidak dibuka dan terus ditutupi. Hingga akhirnya ketika bunda bersedia menerima dan memaafkan ayah, Lin berontak. Rasa sedih dan sakit yang ia derita laksana gunung berapi yang meletus.
Apakah Lin memaafkan ayahnya seperti bunda dan ka Adit?
Kalian akan mendapat jawaban tak terduga di akhir cerita.

Keunikan dari novel Rasa ini adalah sesi hubungan cinta kak Adit dengan kak Sophi. Tere Liye mengajarkan bahwa cinta itu menjaga satu dengan lainnya. Cinta itu tanggung jawab yang perlu diperjuangkan.
Selain kisah cinta dan persahabatan, ada filosifi cokelat yang diulas dalam novel 'Rasa' ini. Ada juga ilmu pengetahuan tentang kimia dengam beragan reaksi dan unsur-unsurnya. 

Novel Rasa ini mengungkapkan beragam rasa yang sering kita alami. Mengajarkan bagaimana menghadapi sebuah masalah dari sisi yang lain agar dapat menemukan solusi terbaik.

Ada kejutan yang dihadirkan oleh Tere Liye di dalam novel Rasa ini. Plot twist yang sungguh akan membuat kalian tercengang setelah dihampiri kejutan di akhir cerita.

Buat kalian remaja putih abu-abu, novel ini bisa menjadi asupan rasa yang tepat. Tentang memahami rasa cinta dengan bentuk yang berbeda-beda. Tentang rasa sakit yang harua dihadapi dengan lapang dada. Tentang penerimaan yang bisa menjadi jalan ke luar dari kekecewaan dan penghianatan.

Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta