√7 Cara Tepat Ketika Tersiram Air Panas Agar Tidak Melepuh
Header catatantirta.com

7 Cara Tepat Ketika Tersiram Air Panas Agar Tidak Melepuh

7 cara tepat ketika tersiram air panas agar tidak melepuh
sumber : alodok

Hai Sahabat Tirta,

Tersiram air panas bisa membuat kulit seperti terkena luka bakar. Rasa panas, perih, dan tak jarang kulit melepuh setelah tersiram air panas. Pada dasarnya, tersiram air panas sama seperti terkena luka bakar. Ketika tersiram air panas agar tidak melepuh, sahabat perlu melakukan penanganan yang tepat. Sayangnya, ada beberapa cara umum yang ternyata salah dan tidak tepat. Efeknya luka menjadi semakin parah.

Cara Salah Ketika Tersiram Air Panas

Nah ini nih beberapa cara yang kurang tepat ketika tersiram air panas. Yuk, simak biar sahabat tidak keliru.

1. Mengoles Pasta Gigi

Kebiasaan mengoles pasta gigi ketika tersiram air panas atau luka bakar sudah menjadi hal yang banyak dipercaya. Kandungan mint pada pasta gigi disebut bisa mendinginkan rasa panas dan perih. Padahal kandungan mint dan kalsium yang ada pada pasta gigi justru dapat memperparah luka. Sebab bisa memicu iritasi dan membahayakan jaringan kulit. Jadi, jangan mengoles pasta gigi ketika tersiram air panas ya sahabat.

5 cara salah ketika tersiram air panas

2. Mengoles Minyak Goreng atau Mentega

Minyak goreng dan mentega juga sering dijadikan bahan olesan ketika tersiram air panas atau terkena luka bakar. Mengoles minyak goreng atau mentega setelah tersiram air panas bisa menimbulkan bahaya. Alih-alih ingin menghalangi masuknya bakteri, justru hasilnya berlawanan. Minyak goreng dan mentega yang dioleskan ke kulit akan  menghambat sirkulasi udara pada kulit. Suhu tubuh akan terperangkap sehingga menambah rasa panas dan terbakar.

Selain itu, mengoles minyak goreng atau mentega membuat kulit menjadi lembap. Hal ini memicu berkumpulnya bakteri dan memicu timbulnya infeksi.

3. Menabur Tepung

Pernah dengar ada yang menyarankan tepung untuk luka tersiram air panas?
Duh, jangan ya sahabat. Belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa menabur tepung di kulit yang tersiram air panas atau luka bakar bisa mengurangi lepuhan apalagi menyembuhkan.

Tepung termasuk serbuk padat yang bisa menutupi pori-pori. Apabila kulit yang tersiram air panas atau luka bakar ditaburi tepung maka justru akan menyumbat pori-pori. Sirkulasi udara di kulit bisa terhambat dan menyebabkan infeksi.

Sahabat bisa membaca info lengkapnya di sini : Cek Fakta Tepung Terigu Untuk Luka Bakar 

4. Mengompres dengan Es

Lagi-lagi logika yang keliru. Tujuannya memang mendinginkan rasa panas dengan sesuatu yang dingin. Tetapi jika tersiram air panas lalu dikompres dengan es batu, ini salah besar. Suhu es yang dingin jauh berbeda dengan suhu tubuh normal manusia. Mengompres dengan es batu ketika tersiram air panas justru bisa menghambat peredaran darah di kulit yang terluka. Hal ini bisa menyebabkan peradangan dan kerusakan jaringan kulit.

5. Mengoles kecap

Ada lagi yang menyarankan kecap sebagai olesan luka yang tersiram air panas. Jadi berasa mau masak ya, hehehehe bercanda.😁

Nah sama seperti minyak goreng dan mentega, mengoles kecap ketika tersiram air panas juga bisa menghambat sirkulasi udara di kulit dan memicu berkumpulnya bakteri. Jadi, sangat besar kemungkinan menimbulkan infeksi dan peradangan.

Gimana sahabat, sudah tercerahkan ya.

"Pasta gigi, minyak goreng, mentega, kecap, dan tepung bukan obat untuk luka akibat tersiram air panas"
Cara salah ketika tersiram air panas

 

7 Cara Tepat Ketika Tersiram Air Panas Agar Tidak Melepuh

Sahabat Tirta, dari 5 cara salah di atas siapa nih yang pernah mencobanya? Jangan diulangi lagi ya sahabat. Ada 7 cara tepat ketika tersiram air panas atau luka bakar agar tidak melepuh yang bisa sahabat lakukan sebagai penanganan pertama di rumah.

1. Siram dengan Air Mengalir

Pertolongan pertama ketika tersiram air panas yaitu siram dengan air mengalir. Ketika tersiram air panas, usahakan langsung menyiramnya dengan air yang mengalir. Tidak perlu menggunakan air dingin, cukup dengan air biasa dengan suhu normal. Air mengalir ini akan membantu menormalkan suhu kulit yang panas. Lakukan sekitar 5-20 menit untuk mengurangi rasa terbakar akibat tersiram air panas.

2. Jangan Direndam

Tersiram air panas tentu sangat perih dan terasa terbakar. Akan tetapi sebaiknya jangan direndam atau berendam ketika tersiram air panas. Suhu air yang tiba-tiba berbeda dengan luka tersiram air panas bisa menyebabkan peradangan kulit.

3. Lepas Pakaian dan Perhiasan 

Ketika tersiram air panas, segera lepas pakaian dan perhiasan yang melapisi kulit agar panas yang melekat pada pakaian tidak menambah rasa sakit. Selain itu tanpa lapisan pakaian dan perhiasan, sirkulasi udara di kulit juga menjadi lebih lancar.

Namun, apabila ada luka melepuh atau terbakar yang terbuka maka jangan melepas paksa pakaian atau pun perhiasan yang melekat. Hal ini bisa menyebabkan luka yang lebih parah.

4. Gunakan Obat atau Salep

Setelah melakukan penanganan pertama dengan menyiram air mengalir, maka cara tepat ketika tersiram air panas agar tidak melepuh selanjutnya adalah dengan mengoleskan obat atau salep. Ada beberapa rekomendasi obat atau salep yang bisa sahabat gunakan. Kalau Tirta sudah membuktikan kualitas 2 salep di bawah ini loh.

a. Salep Silver Sulfadiazine

Salep ini umumnya digunakan untuk membantu mencegah dan mengobati infeksi pada luka bakar. Silver sulfadiazine bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri dan mengurangi risiko penyebarannya ke area kulit di sekitarnya.

Salep ini tidak boleh digunakan pada bayi prematur atau bayi yang baru berusia 2 bulan, karena bisa menimbulkan efek samping. Sebelum mengoleskan salep silver sulfadiazine, bersihkan dulu area kulit yang tersiram air panas. Gunakan salep ini secara teratur sampai area kulit yang terbakar sembuh sepenuhnya.

b. Krim Sorbolene

Luka bakar bisa membuat kulit menjadi kering dan gatal, bahkan setelah sembuh. Untuk mengurangi keluhan ini, sahabat dapat menggunakan krim sorbolene yang berbahan dasar air. Sedangkan untuk mengurangi bekas luka, kalian dapat menggunakan krim sorbolene yang dicampur vitamin E.

c. Petroleum Jelly

Petroleum jelly yang dikenal ampuh melembapkan kulit juga dapat dimanfaatkan sebagai obat kena air panas. Efek mempertahankan kelembapan kulit dengan mengoleskan petroleum jelly akan mempercepat proses penyembuhan luka tersiram air panas.

Untuk menggunakan petroleum jelly sebagai obat kena air panas, kalian bisa mengoleskannya ke kulit sebanyak 2–3 kali sehari, setiap kali mengganti perban. Pastikan area kulit yang akan diolesi dalam keadaan bersih.

d. Bacitracin

Infeksi pada luka bakar dapat terjadi jika kebersihan luka tidak terjaga. Untuk mencegahnya, dokter biasanya meresepkan salep bacitracin.

Obat tersiram air panas ini merupakan obat antibiotik yang bertujuan untuk mencegah infeksi dengan cara menghambat pertumbuhan bakteri pada luka bakar. Salep bacitracin biasanya diresepkan pada luka kena air panas yang bersifat ringan.

Sahabat bisa mengoleskan obat kena ini sebanyak 1–3 kali sehari pada luka bakar atau sesuai petunjuk dokter. Namun, obat ini sebaiknya tidak digunakan selama lebih dari 1 minggu, kecuali dianjurkan oleh dokter.

e. Bioplacenton

Bioplacenton merupakan obat luka bakar yang mengandung Extract Placenta dan bahan aktif Neomycin sulfate. Kombinasi kedua kandungan dalam salep ini bekerja dengan mendorong pembentukan jaringan baru sekaligus mencegah atau mengatasi infeksi bakteri.

Gunakan obat salep Bioplacenton saat awal tersiram air panas dan setidaknya 4-6 kali dalam sehari pada luka bakar, dengan cara dioleskan tipis-tipis.

f. Salep Burnazin

Luka bakar karena tersiram air panas, minyak, atau setrika dapat diatasi dengan obat sediaan krim atau salep luka bakar yang mengandung zat aktif Silver Sulfadiazine seperti Burnazin.

Salep ini membantu penyembuhan luka bakar dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri dan mencegah penyebaran infeksi ke area kulit di sekitarnya. Akan tetapi, meski dapat mengatasi luka bakar ringan, penggunaan salep ini dapat menyebabkan area kulit yang diolesi menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.

Guna menghindari efek samping yang serius, disarankan untuk melindungi luka dari paparan sinar matahari.

g. Paracetamol

Untuk membantu mengurangi rasa nyeri dan sakit pada luka, sahabat bisa mengkonsumsi obat penghilang rasa sakit atau paracetamol. Obat ini memiliki aturan pakai, jadi sebaiknya dikonsultasikan  dahulu ke dokter.

5. Jangan Pecah dan Sobek Lepuhan

Ketika tersiram air panas kemungkinan besar akan terjadi lepuhan yang berisi cairan. Sahabat Tirta harus memperhatikan hal ini dengan baik. Jangan pecah dan sobek lepuhan sembarangan. Memang ada yang menyarankan bahwa dengan memecah dan menyobek lepuhan bisa mempercepat keringnya luka. Akan tetapi ini harus dengan pantauan dokter atau ahli medis.

Kebersihan alat atau jarum yang digunakan untuk membuang air pada lepuhan luka harus diperhatikan. Apabila alat tersebut tidak steril, maka bisa menyebabkan infeksi dan luka yang lebih parah. Jika ingin membuang cairan pada lepuhan yang tersiram air panas, sebaiknya konsultasikan dahulu pada dokter. Penanganannya pun harus dilakukan oleh tenaga medis dengan alat yang steril.

6. Bersihkan Luka dengan NaCl

Pada luka tersiram air panas atau luka bakar yang kotor, gunakan Nacl dan kasa untuk membersihkannya. NaCl atau cairan infus tidak memberikan efek perih ataupun panas sehingga aman digunakan untuk membersihkan luka. Selain itu, sahabat juga bisa menggunakan kasa yang dibasahi NaCl untuk mengompres lepuhan yang berisi cairan agar lekas kempes.

7. Periksakan ke Dokter

Apabila luka yang disebabkan tersiram air panas cukup parah, maka setelah melakukan penanganan pertama, sahabat sebaiknya memeriksakan diri ke dokter. Konsultasikan kondisi luka dan perawatan lanjutan agar bisa segera sembuh.

Nah sahabat, itulah 7 cara tepat ketika tersiram air panas agar tidak melepuh. Jangan menunda berkonsultasi dengan dokter apabila luka semakin parah.

Semoga bisa membantu.

Salam sehat.





21 komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta
  1. Wah pas banget lagi butuh ini. Terima kasih

    BalasHapus
  2. dr kecil sampai kuliah serignya pakai pasta gigi hiks, untunggnya skrg infomasi yg benar bs mudah didapat ya, makasih mbaa insigtnya

    BalasHapus
  3. Ternyata selama ini saya salah, bila kena air panas langsung oles pasta gigi atau tepung.
    Obat2 tersebut bisa dibeli bebas atau harus dengan resep dokter mba?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada di apotek mba bisa tanpa resep dokter.

      Hapus
  4. Pernah pakai pakai pasta gigi. Setelah tahu ternyata tidak dibolehkan, jadi sekarang pakai air mengalir kalo luka karena terkena panas. Terima kasih informasinya Kak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul kak, memang panas dan perih tapi es justru menghambat penormalan suhu tubuh

      Hapus
  5. Dulu pernah pakai pasta gigi, sekarang udah tobat pakai air mengalir aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, air mengalir bisa membantu menetralkan suhu kulit yang tersiram air panas

      Hapus
  6. Wah, jadi tahu obat-obatannya nih mbak

    BalasHapus
  7. Lagi ngebayangin orang-orang kalau kena air panas di taburi tepung atau dioles kecap.wkwk Belum pernah menemukan..

    BalasHapus
  8. Terima kasih tips ny sangat bermanfaat sekali bagi Umma

    BalasHapus
  9. Saya sering pakai pasta gigi, ternyata salah ya kak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak, pasta gigi bisa menimbulkan peradangan kulit

      Hapus
  10. Dulu waktu kecil kalau gini pakai pasta gigi, ternyata salah ya.. 😃

    BalasHapus
  11. Betul, mba dan usahakan sedia di kotak p3k

    BalasHapus