√Pertemuan Kesembilan Adik Kontrol HSP (Henoch Schonlein Purpura)
Header catatantirta.com

Pertemuan Kesembilan Adik Kontrol HSP (Henoch Schonlein Purpura)

Bismillah
Selasa, 23 Mei 2023

Setelah menunda pemeriksaan rutin di bulan April karena mendekati hari raya Idulfitri, akhirnya adik bertemu dengan dokter di bulan Mei 2023. Pertemuan ini pun tiga kali tertunda karena beberala hal. Pertama disebabkan dokter sedang cuti, kedua terbentur tanggal merah, dan ketiha karena tidak dapat quota periksaan sebab kapasitas pasien penuh.

Sebelumnya kami berencana melakukan pemeriksaan bulanan di tanggal 11 Mei 2023. Qodarullah, saat itu adik demam dan ketika kami telpon rumah sakit untuk appoinment ternyata dokter tidak praktek karena sedang cuti. Kami pun fokus pada penyembuhan adik. Setelah melewati hari libur alias tanggal merah, kami pun menelpon customer service rumah sakit lagi di hari senin, 15 Mei 2023. Rencananya kami ingi mendaftar untuk hari selasa 16 Mei 2023. Sayangnya, quota pasien sudah penuh. Kami baru tahu bahwa jumlah pasien dibatasi untuk setiap jadwal dokter. Menurut petugas customer service rumah sakit, hanya 10 pasien untuk tiap ń£kali jadwal dokter. Selama ini kami melakukan appoinment atau janjian kunjungan langsung setelah kontrol atau berobat. Jadi, bisa dibilang satu bulan sebelumnya kami audah pesan kursi duluan.

Qodarullah, adik demam.
Sejak senin pagi, adik panas. Tubuhnya deman hingga 38.4⁰C. Sehari semalam, kembali saya menjaga adik. Alhamdulillah, demam adik tak terllalu membahayakan. Demamnya perlahan rurun dan segera sembuh perlahan. 

Selasa, 23 Mei 2023
Bersama dengan sinar mentari yabg redup, kami beeangkat menuju rumah sakit. Rejeki kali ini adalah suami ikut mengantar adik ke dokter. Ini pertama.kalinya suami menemani adik kontrol. Selama ini suami tidak ikut mengantar karena oemerjaann. Kali inu suami bisa ikut mengantar sebab ada keperluan ke bank dan mengurus beberapa dokument yang dipeelukan.

Sesampainya di rumah sakit, masih ada waktu sekitar satu jam sebelum daftar ulang. Kami oun memutuskan untuk makan siang dahulu. Menu kami adalah mi goren tepi sungai. Rasanya enak dan harganya terjangkau. Adik sangat bersemangat ingin makana mi goreng. Ia sudah kenal warung nasi goreng tempat kami maka  karena sudah sering ke sana. Sayangnya, adik hanya makan sesikit. Perutmya masih terasa sakit dan muak. Kamipun mencoba mengalihkan pikiran adik dengan cara mengajaknya beebicara dan juga mengelus perutnya.

Selesai makan siang, kami segera kembali masuk rumah sakit. Prosesdur daftar ulang saat itu adslah satu jam sebrlum dokter praktek. Saya pun mulai mrlakukan proses daftar ulang di mesim APM yang telas disediakan tepat jam 12 siang. Setelah daftar ulang, kami langsung menuju lantai tiga rumah sakit tempat dokter praktek. Konsultasi utama kami ksli ini adalah keluhan adik tentang sakit perutnya dan munculnya gejala awal autoimun yang sudah berulang dua kali dalam sebulan.

(Lanjut ke bagian dua)


Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta