√Selasa Pantun, Puisi, dan Peribahasa (SaPPPa)
Header catatantirta.com

Selasa Pantun, Puisi, dan Peribahasa (SaPPPa)

Bismillah,

Saat mengambil peran sebagai seorang PJ atau penanggung jawab, saya memulainya dengan rasa nyaman. Nyaman untuk diri saya sendiri dan nyaman untuk teman-teman yang berada dalam satu ruang aktifitas bersama.
Mengapa?
Sebab ketika rasa nyaman itu ada, maka rasa peduli, empati, sayang, dan tanggungjawab akan muncul.
Ketika sudah tidak ada rasa nyaman, maka semua akan terasa seperti beban. Rasa malas, tidak peduli, dan tidal bahagia menghantui setiap aktifitas.

Peran yang saya ambil kali ini sangat erat dengan dunia literasi. Erat dengan apa yang saya sukai dan saya lakukan dalam keseharian. Tentunya di luar tugas pokok sebagai istri dan ibu dari dua anak perempuan menggemaskan.

Sebagai PJ atau penanggung jawab, seringkali dituntut untuk membuat program-program baru yang inovatif dan kreatif. Semua ide itu bertujuan untuk memberikan manfaat bagi semua anggota.

Tercetuslah satu program tentang pantun dan peribahasa. Saya membuatnya dengan sebutan SaPPa (Selasa Pantun dan Peribahasa). Program ini dilakukan setiap pekan di hari selasa. Isinya adalah seputar pantun dan peribahasa.
Ada penjabaran tentang apa itu pantun. Berbalas pantun, tebak-tebakan pantun, dan akan terus berpantun dengan berbagai versi yang menarik.
Lalu, peribahasa.
Mengenalkan kembali peribahasa bukanlah hak yang mudah. Sebab di era sekarang sudah jarang digunakan atau diperdengarkan. Meski sebagian besar peribahasa berisi tentang nasehat, tetapi banyak juga yang mewakili kehidupan sosial lainnya.

Saat program SaPPa (Selasa Pantun dan Peribahasa) berlangsung, ada pertanyaan dan diskusi yang berkaitan dengan puisi. Teman-teman di grup membuat saya berpikir ulang tentang program SaPPa ini. Saya pun memiliki ide baru yaitu menambahkan puisi pada program SaPPa. Saya berdikusi dengan tim di belakang layar. Usulan tentang penambahan puisi di program selasa disambut baik oleh semua anggota tim.
Akhirnya kami memutuskan untuk mengubah program SaPPa (Selasa Pantun dan peribahasa) berubab menjadi SaPPPa (Selasa Pantun, Puisi, dan Peribahasa). Penambahan huruf P di tengah-tengah mewakili kata puisi.

Program baru SaPPPa mulai kami perkenalkan ke seluruh anggota grup. Kami berharap dengan tambahan puisi pada program pekanan selasa, dpaat menambah wawasan para anggota. Terlebib lagi bisa menjadi media untuk mengasah daya kreatifitas dan prduktifitas anggota di bidang literasi khususnya puisi.
Sekarang ini sudah sering bermunculan buku antologi puisi. Bukunya tak terlalu tebal, sebab puisi tak membutuhkan banyak halaman. Puisi seperti singkatan yang mewakiki sebuah kejadian. Jadi, antologi puisi terbilang tipis dam minimalis.
Meski begitu, puisi merupakan karya sastra yang cukuo sulit. Penulisannya membutuhkan energi dan cara berpikir yang berbeda.

Semoga dengan adanya progran SaPPPa (Selasa Pantun, Puisi, dan peribahasa, teman-teman di komunitas menulis bisa menuangkan rasa dan menghasilkan banyak karya.

Semangat Literasi.

Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta