√Diet Pertemanan, Kok Bisa?
Header catatantirta.com

Diet Pertemanan, Kok Bisa?

Bismillah

Pernah ga sih kamu merasa sepi diantara ramainya orang?
Terlebih lagi mereka adalah orang-orang yang kamu kenal. Mereka yang kamu tahu dan notabene merupakan lingkaran pertemanan yang dekat.
Bahkan hampir setiap waktu saling bertemu dan berbincang. Baik secara daring maupun luring. Membicarakan banyak hal. Sana sini ada saja sesuatu yang bisa dijadikan bahan pembicaran. Dari ranah yang penting sama hal-ha sepele seperti remahan rengginang.
Lalu, tiba-tiba kamu merasa kosong. Tidak ada bahan untuk dibicarakan. Tidak ada kata yang bisa menyambung obrolan seru di riuhnya suara.
Waktu seakan berhenti. Kamu bingung mana yang harus didahulukan. Mana yang wajib diutamakan.
Teman mana yang membuatmu nyaman.
Teman mana yang menjadikanmu seperti nyamuk diantara kesibukan.

Kemudian,
Saat itu kamu merasa ga nyambung. Ga ada perasaan ingin ikut berbalas kata. Rasanya bingung mau membalas dengan komentar apa. Rasanya hambar sekali setiap mendengar guyonan mereka.
Ragamu ada, pikiranmu masih waras, tetapi tsunami kata dan informasi membuatmu kacau. Raga jadi tidak karuan. Setiap pekerjaan menjadi berantakan sebab kamu tidak fokus menyelesaikannya. Pikiranmu diselimuti rasa takut.
Rasa takut tertinggal berita seru di lingkaranmu
Rasa khawatir menjadi orang bodoh yang tak tahu berita terbaru.
Lebih parahnya lagi, rasa malas melakukan apapun hadir menggelapkan aksimu.
Hanya ada keresahan, tetapi jiwamu tak mampu untuk menyelesaikannnya.
Tak mampu mengejar ketertinggalan dalam lingkaran pertemanan mu.

Jika keresahan itu sudah muncul.
Jika kegelisahan itu sudah hadir.
Maka beristirahatlah sejenak.
Tenangkan hati mu agar meredam setiap gemuruh yang terlanjur menggelayut.
Menepilah sebentar, datangi kesunyian.
Keheningan melahirkan relaksasi diri. Menemukan apa yang telah hilang dari pribadi.
Gali asal mula kegelisahan itu.
Lepaskan apa yang membuatmu gelisah.
Saat kesendirian di keramaian itu kamu temukan, maka ambil keputusan terbaik.
Tinggalkan beberapa yang tak sanggup dihadapi.
Lepaskan semua yang membuatmu kecil diantara besarnya informasi.
Perketat lingkaran pertemanan itu.
Pilih yang sesuai dengan hati, pikiran, waktu, dan jati dirimu.
Tak mengapa mengurangi kehebohan itu.
Karena terpenting adalah diri hidup sehat, waras, dan bahagia.

Diet pertemanan, siapa takut!
Hargai dirimu sebab tak ada yang bisa menerima kamu seperti dirimu sendiri.

Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta