√Kontrol HSP Adik, Pertemuan KeTujuh
Header catatantirta.com

Kontrol HSP Adik, Pertemuan KeTujuh

Bismillah

Serpihan perjalanan adik sembuh dari HSP.

Kamis, 16 Februari 2023

Satu minggu sebelum jadwal kontrol, saya harus memperpanjang masa berlaku surat rujukan bpjs adik. Faskes pertama letaknya dekat dengan rumah  hanya sekitar 100 meter. Sangat terjangkau sehingga jika dibutuhkan kami bisa mencapainya dengan mudah. Sengaja kami mencari faskes pertama yang dekat supaya bisa kami datangi sewaktu-waktu saat dalam kondisi darurat.

Pagi itu, sekitar pukul 10.00 wib saya langsung memyambangi faskes pertama. Bertemu dengan resepsionis dan menyampaikan tujuan saya ke sana. Resepsionis meminta kartu bpjs adik dan surat rujukan sebelumnya yang kedaluarsa. Saya pikir, pembuatan surat perpanjang cukup di klinik atau faskes pertama. Ternyata, si resepsionis menjelaskan bahwa prosedurnya sama seperti pertama kali mendapat surat rujukan. Urutannya adalah faskes pertama, lalu rumah sakit tipe C, kemudian rumah sakit tipe B. Tahapan ini berlaku apabila setiap tahapan tidak sanggup menangani masalah atau penyakit yang dialami.

Tidak lama saya menunggu surat rujukan selesai karena di ini hanya prosedur administrasi. Resepsionis menanyakan apakah rujukan masih ke rumah sakit Permata Keluarga atau mau pindah ke rumah sakit lain. Rumah sakit Permata Keluarha ini masuk dalam golongan tipe C.
Saya bingung, mengapa harus ke rumah sakit Permata Keluarga dulu?
Mengapa tidak langsung ke rumah sakit Hermina Bekasi yang menjadi tempat kami berobat?
Padahal kami masih berobat jalan di rumah sakit Herminan Bekasi Barat dan sudah mendapat surat kontrol dari sana.
Kebutuhan kami adalah surat rujukan supaya bisa kontrol lanjutan.

Resepsionis menjelaskan bahwa prosedur dari bpjs memang seperti itu tahapan atau urutannya.
Proses pertama berobat yaitu ke faskes satu, kemudian rumah sakit tipe C, lalu ke rumah sakit tipe B jika masih belum tertangani.

Resepsionis menanyakan rumah sakit tipe C mana yang ingin didatangi. Saya memilih untuk rujukan ke rumah sakit Permata Keluarga sesuai dengan rujukan sebelumnya. Prosedurnya cukup mudah, yaitu membawa surat rujukan dari faskes pertama dan memberikannya pada pihak resepsionis atau administrasi di rumah sakit Permata Keluarga.

Saya menanhakan apakah ini soal administrasi saja tanpa membawa pasien. Infi dari Klinik Berkah mengatakan tidak perlu membawa pasien karena hanya proses administrasi saja. Jadilah saya segera lanjut ke rumah sakit Permata Keluarga tanpa mengajak adik. Saat ini rumah sakit masih rawan penularan covid 19. Lagi pula akan lebih cepat dan mudah jika adik tidak ikut ke rumah sakit.

Siang itu, kebetulan sulung pulanh sekolah lebih cepat. Saya memintanya untuk menjaga adik bersama nenek selama ditinggal ke rumah sakit.
Alhamdulillah, sulung adalah anak yang baik dan mandiri. Tidak terlaku khawatir meninggalakan mereka berdua di rumah terlebih lagibada nenek yang ikut menjaga.

Setelah menjemput sulung sekolah, saya langsung menuju ke eumah sakit Permata Keluarga. Sampai di sana langsung mengambil nomor antruan ke bagian administrasi. Ternyata dari bagian administrasi mengarahkan ke poli anak.
Saya bingung,
Mengapa dilanjutkan ke poli anak? Bukan langsung mengeluarkan surat rujukan yang sudah jelas pasien masih dalam proses pengobatan.
Bagian administrasi rumah sakit menjelaskan bahwa itu meruoakan prosesur dari bpjs. Jadi harus ada pemeriksaan pasien oleh dokter terkait. Saya cemas karena adik tidak membawa serta adik. Saya sampaikan bahwa informasi dari faskes pertama bahwa perpanjangan masa aktif surat rujukan tidak perlu membawa pasien. Porsesnya hanya administrasi saja.
Tetapi dari pihak rumah sakit mebgatakan seharusnya membawa pasien untuk diperiksa oleh dokter rujukan.
Saya protes dan kembali menjelaskan keterangan yang di dapat di faskes pertama sehingga tidak mebawa pasien.
Akhirnya, pihak admijistrasi rumah sakit Permata Keluarga tetao mengarahkan ke poli anak dan akan diminta untuk bertanya ke suster oenjaga.

Saya sempat khawatir kalau surat rujukan lanjutan tidak didapatkan hari itu juga. Akan sia-sia waktu, tenaga, dan biaua yang sudah keluar.
Tanpa menunda, saya pun mengarah ke poli dan benar saja, suster menanyakan kehaduran pasien.
Dengan meredam rasa cemas dan kesal, saya coba beebicara baik-baik dan menjelaskan alasan saya tidak megajak adik.
Suster pun bertanya pada rekannya. Terlihat mereka berdiskusi beberapa saat. Kemudian salah satu dari mereka menjelaskan bahwa memang seharusnya pasien ikut dan menfapat pemeriksaan dokter. Tetapi larena ada perbedaan informasi, suster meninta saya untuk menunggu dan akan coba diusahakan.

Cukuo lama saya menunggu. Hampir dua jam duduk gelisah. Saya pun kembali menanyakan bagaimana hasilnya. Apakah harus tetap baaa pasien atau bisa tanpa pasien.
Suster menjelaskan  berkas saya sudah masuk ke dokter soesialis anak. Nanti biar dokter yang memutuskan karena surat rujukan keluar berdasatkan rekomendaai dari dokter yang menangani oaaien.

Sekitar 30 menit berselang akhirnya saya bertemu dsngan dokter Gracia. Beliau afalah doketr anak senior yang menajdi idola banyak oramgtua.
Saya menjelawkan sitiasi yang sdang terjadi. Tentang salah informaai yang menuat adik tidak pemeriksaan lanjutan ke rumah sakit. 

Alhamdulillah dokter Gracia merespon dengan baik. Beliau menanyakan kondisi adik, obat yang dikonsumsi, dan lain-lainnya. Dokter Garcia pun memberikan surat rujukan untuk lanjut ke rumah Sakit Hermina Bekasi Barat.

Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta