√Gondongan Bikin PTS Terhalang
Header catatantirta.com

Gondongan Bikin PTS Terhalang

Bismillah.

Serpihan cerita sulung saat mengalami Gondongan.

Sebelumnya, sulung sempat demam di awal PTS ( Penilaian Tengah Semester ). Tidak ada yang dikhawatirkan lebih lanjut karena ketika demam selesai batuk muncul. Sulung batuk berdahak namun ringa. Kami memberinya obat batuk yang dibeli di apotek. Kondisinya berangsur membaik dan tidak ada demam lagi.

Lima hari PTS sulung berjalan lancar. Setiap hari belajar dan siap ulangan dengan baik. Yah, walaupun ada dramanya sedikit tetapi masih bisa dikondisikan. Masuk pada minggu kedua PTS, sulung terlihat lesu dan kurang selera makan. Hari senin sepulang dari sekolah, sulung mengeluh capek dan tidak nafsu makan. Saya menyuruhnya untuk istirahat, makan sedikit, dan kemudian tidur siang. Meski terlihat lelah, tetapi sulung masih semangat beraktivitas. Ia berangkat mengaji dan bermain bersama teman-temannya seperti biasa.

Selasa pagi, sulung masih berangkat sekolah. Bahkan malam hari belajar dengan baik. Namun, saat pulang sekolah suhu tubuhnya agak panas. Ia nampak lemas. Saya memintanya untuk makan dan langsung tidur. Tak disangka, saat bangun dari tidur siang, muncul benjolan di wajah bagian kanan. Tepatnya di belakang telinga kanan dan sekitar pipi. Terlihat sekali ada pembengkakan dan memerah. Bahkan urat sekitar pipi dan belakang 2i kanan terlihat. Khawatir dengan kondisi sulung, kami membawanya ke dokter umum dekat rumah. Setelah pemeriksaa kalau sulung terkena gejala typus. Saya menanyakan bengkak yang ada di belakang telinga kanannya. Jawaban dari dokter tidak apa-apa. Mendengar penjelasan dokter tersebut,wmwkkmi pun menyimpulkan mungkinkq pembengkakan tersebut adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh sulung. Salah satu letak sistem imun manuasia ada di kelenjar udah di area bawah telinga.

Hari kamis pagi, bengkak sulung tak kunjung kempes justru semakin besar. Akhirynya kami memutuskan untuk memeriksakannya kembali. Kali ini kami menemui dokter soesialis anak. Dokter yang kami datangi praktek di salah datu rumah sakit swasta. Dokter berhijab cantik yang dulu menangani adik saat harus dirawat ketika baru dilahirkan.

Proses pendaftaran dan administrasi berjalan lancar. Juga saat pengukuran suhu dan berat badan di poli spesialis. Terdata berat badan  sulung 20.69 kg dengan tinggi badan 125 cm. Suster di poli spesialis juga mendata keluhan sulung sebagai informasi pasien pada dokter spesialis. Kami menunggu prakter dokter sekitar satu jam. Kebetulan dokter spesialis anak yang kmai tuju sedang melakukan tindakan. Pemeriksaan yang sesrinya dimulai pukul 09:00 wib berubah mundur satu jam menjadi pukul 10:00 wib.

Berhubung kami datang awal, kami mendapat antrian nomor tiga. Bersyukur sekali karena kondisi sulung yang terus merintih kesakitan. Untungnya sulung membawa buku yang bisa dijadikan teman saat menunggu pemeriksaan dokter. Satu jam berjalan smagat lambat sebab asa sakit atas lemvengkakan di diri sulung. Beberapa kali sulung mencoba kuat dan bersandar di kursi pasien. Meski bengkaknya tertutup hijab, tapi sorot mata kesakitan dan bisa dihilangkan.

Sekitar pukul 10:20 wib, giliran pemeriksaqn sulung. Kami berrtemu langsung demgan dokter spesialis anak. Sebut saja dokter S namanya. Kami menyampaikan semua kronologi sakitnya sulung. Memberitahukan juga bahwa kami sudah sempat berobat ke dokter umum dengan diagnosa gejala typus. Dokter S mendemgarkan semua keterangan kamind engan baik. Sambil mencatat informasi yang kami sampaikan, dokter S juga menanyakan beberapa hal. Selepas konsultasi selesai, sulung iarahkan ke kasur pasien untuk dilakukan pemeriksaan. Dengan bantuan seorang suster, dokter S memeriksa sulung dengan baik dan hati-hati. Pemeriksaan bengkak, suhu tubuh, rongga mulut, gigi, dan juga lidah dilakukan dengan lembut. Dokter S cukup telaten dan sabar memeruksa sulung.

Hasil pemeriksaan dokter S, sulung kami positif gondongan alias pembengkakan kelenjar ludah. Kelenjar ludah ini disebut kelenjar parotis yang terletak di bawah dan depan telinga. Fungsi utama kelenjar parotis adalah memproduksi air liur.

Gondongan ini disebabkan oleh virus golongan paramyxovirus. Dalam istilah kedokteran, gondongan dinamakan Mumps. Penyakit gondongan menular melalui air liur penderita yang keluar dari percikan mulut maupun hidung. Umumnya gondongan dialami oleh anak-anak usia 5-9 tahun.

Pencegahan penyakit Mumps atau gondongan dilakukan dengan melakukan vaksinasi MR ataupun MMR. Vaksinansi ini bermanfaat untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella.

Ketika konsultasi lanjutan, dokter S menanyakan riwayat vaksin sulung. Namun kami lupa apakah sulung sudah vaksin MR/MMR atau belum. Kami juga tidak membawa buku riwayat anak milik sulung. Dokter melanjutkan sesi konsultasi dengan menjelaskan obat yang disarankan. Ada lima jenis obat yang diberikan oleh dokter S yaitu antibiotik, antjvirus, anti nyeri/demam, obat batu, dan obat pilek. Ketika menjelaskan doal anyibiotik, dokter S meminta maaf terlebih dahulu. Hal ini terkait bahwa pemberian anyibiotik tidak dianjurkan jika tidak mendesak. Dokter S memberikan penjelasan yang baik dan tepat terkait antibiotik ini. Melihat darj kondisi suking yang sebagian wajahnya bengkak besar, keras, dan panas maka pemberian antibiotik serasa diperlukan. Kami pun menyetujui hal tersebut dan melanjutkan proses antri obat.

Pengambilan obat dilakukan di farmasi yang letaknya agak jauh dari tempat oemeriksaan. Kami menunggu kurang lebih 30 menit. Bagian farmasi juga memjelaskan jenis obay yanh kami dapat dan cara konsumsinya. Seleazai mengambil obat kami pun langsung pulang. Kondisi sukung yang terus mengeluh sakit membuat kami ingin segera sampai rumah.

Alhamdulillah tepat azan Dzhur kami sudah smapai di rumah. Sulung pun bisa langsung makan bubur, minum obat, dan istirahat tidur.

Berhubung penyakit gondongan ini menular, sulung pun tidak diijinkan sekolah. Padahal PTS nya belum selesai. Satu pelajaran lagi yaitu tahfiz belum diselesaikan oleh sulung. Saya pun menghubunhi wali kelas sulung dan menjelaskan kondisinya. Alhamdulillah pak guru mengerti dan memberi solusi yang baik serta mendoàkan sulung.

Semoga sulung bisa lekas sembuh dan bisa menyelesaikan PTS tepat waktu.

Aamiin.

Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta