√Perencanaan Aktifitas Harian Sebagai Usaha Menjadi Manajer Keluarga Handal
Header catatantirta.com

Perencanaan Aktifitas Harian Sebagai Usaha Menjadi Manajer Keluarga Handal

Bermain di luar rumah selalu menyenangkan


Ibu
Sebuah gelar yang tidak mudah untuk mendapatkannya. Bahkan ada sebagian wanita lain yang belum diberi kesempatan untuk merasakan gelar tersebut.
Seorang wanita yang telah menikah kemudian mendapat amanah anak-anak yang menggemaskan, mendapat label ibu di dalam dirinya. Lalu, apa yang perlu dilakukan sebagai seorang ibu?

Dalam materi Institut Ibu Profesional pekan keenam, membahas tentang pekerjaan ibu sebagai seorang manager handal. Seorang ibu merupakan pekerja yang berkerja di ranah domestik maupun publik. Keduanya mempunyai tanggungjawab yang sama dalam keluarga. Salah satu job description seorang ibu yaitu bertindak sebagai manager keluarga yang handal.

Makna manajer dalam konteks sebuah keluarga yaitu seorang ibu bertugas mengatur segala hal yang terjadi di dalam keluarga. Mengatur tata letak benda di rumah, mengatur menu makan keluarga, mengatur keuangan, dan lain-lain. Sebuah aktifitas yang rutin dilakukan oleh seorang ibu hendaknya disusun secara teratur. Bisa dengan membuat jadwal rutinitas yang dilakukan setiap harinya. Tentukan skala prioritas dari semua aktifitas rumah. Yakin dan tanamkan dalam hati bahwa diri ini mampu untuk menjalankan sebuah agenda yang telah terstruktur rapi. Misal pun ada pergeseran waktu, maka lakukan secara dinamis dengan tetap berpatokan pada skala prioritas.

Saya pribadi masih belajar menjadi manajer rumah tangga. Label fullmom yang telah saya sandang setahun belakangan ini tidak lantas menjadikan saya mahir dalam mengatur aktifitas harian. Namun dengan bekal keyakinan dan semangat untuk menjadi ibu yang lebih baik, maka saya terus berushaa melakukannya. Mencoba menjalankan rutinias harian secara konsisten agar dapat merampungkan target aktifitas yang telah saya buat. Dengan membuat skala prioritas, saya terus berusaha menjalankan profesi saya sebagai manager handal dalam keluarga.

Perencanaan aktifitas harian yang saya buat tidak saya lakukan sendiri. Saya mengajak suami dan anak untuk berperan aktif dalam menjalankannya. Saling berbagi dan mendukung menjadikan rutinitas harian menjadi lebih bermakna. Ada interaksi diantara kami  sehingga menimbulkan kebersamaan yang menyenangkan.

Saya menganggap semua aktifitas yang saya lakukan setiap hari adalah penting karena semuanya saling terhubung. Ada kombinasi yang saya selipkan disela-sela aktifitas prioritas. Namun jika harus menentukan 3 aktifitas yang paling penting dan 3 aktifitas paling tidak penting ( aktifitas fleksibel ), maka saya akan menetapkannya sebagai berikut:
a. Tiga aktifitas paling penting
1. Mengurus dan menyiapkan keperluan suami dan anak ( Makanan, pakaian, dan kenyamanan rumah ).
2. Bermain sambil belajar bersama anak. Disini menjadi media saya mendidik anak.
3. Menulis dan menambah ilmu parenting sebagai media eksistensi diri.
b. Tiga aktifitas fleksibel ( paling tidak penting )
Saya merasa tidak ada aktifitas yang tidak penting setiap kali saya beraktifitas.

Seabagai bentuk dari usaha saya sebagai manajer keluarga yang handal, maka saya membuat  perencanaan aktifitas harian sebagai berikut:
1. Pukul 04:00-06:00 WIB
Bangun tidur di jam empat sudah menjadi kebiasaan. Fokus pagi hari adalah mempersiapkan segala keperluan suami sebelum berangkat bekerja. Menyiapkan air hangat untuk mandi, pakaian kerja, dan hidangan untuk sarapan. Sebelum suami menyegarkan diri biasanya saya sudah mandi lebih dulu. Saat adzan Subuh berkumandang, suami telah mandi dan berangkat shalat berjamaah di mushola dekat rumah. Saya sendiri shalat di rumah. Biasanya putri kami bangun jam lima pagi dan meminta perhatian. Sambil menemani suami sarapan dan bersiap berangkat, saya menemani putri kami yang masih bermalas-malasan.

2. Pukul 06:00-07.00 WIB
Setelah suami berangkat bekerja, lanjut mencuci pakaian ( dengan mesin cuci ), merapikan mainan anak, dan membersihkan rumah.

3. Pukul 07:00-08:30 WIB
Alhamdulillah anak saya mudah diajak mandi. Jadi jarang ada drama ulur waktu untuk mandi. Selepas anak wangi dan bersih, kami sarapan. Kemudian saya mencuci peralatan dapur yang telah digunakan untuk memasak dan makan.

4. Pukul 08:00-09:00
Ada waktu sekitar 30 menit sebelum anak berangkat mengaji ke TPA ( Taman Pendidikan Al Qur'an ). Balita yang sudah cantik ini saya beri kebebasan untuk berkatifitas. Saya menemaninya bermain atau menonton televisi.

5. Pukul 09:00-11:00
Kegiatan mengaji di TPA memakan waktu sekitar dua jam. Saat menunggu anak belajar mengaji, saya aktif di media online serta menggunakannya untuk berinteraksi dengan ibu-ibu lain yang juga menunggu anaknya mengaji.

6. Pukul 11:00-13:30
Sepulang dari mengaji, saya memberi pilihan aktifitas bermakna pada anak. Bermakna disini yaitu kegiatan harian yang mampu meningkatkan kemampuan anak. Dengan media bermain sambil belajar kami melakukan aktifitas yang menyenangkan. Saat waktu makan siang tiba, maka permainan berhenti sejenak. Selepas itu shalat Dzuhur lalu kembali bermain.

7. Pukul 13:30-15:00 WIB
Tidur siang sudah menjadi habit yang saya terapkan setiap hari pada anak. Ketika jam menunjukkan pukul 13:30 WIB, saya selalu mengajak anak untuk tidur siang. Hal ini bermanfaat bagi perkembangan otaknya agar tumbuh dengan baik. Ketika anak tidur siang, inilah waktu bagi saya untuk menulis.

8. Pukul 15:00-17:00 WIB
Ketika bangun dari tidur siangnya, biasanya anak saya melihat ibunya sedang menghadap laptop. Maka dia pun ingin melakukannya. Saya memberinya kesempatan untuk menikmati beberapa lagu atau film kartun di laptop. Setelah itu mandi dan shalat Ashar.

9. Pukul 17:00-18:00 WIB
Ini adalah waktunya bermain di luar. Saya mendampinginya bermain di luar rumah sambil menunggu suami pulang kerja.

10. Pukul 18:00-21:00
Malam hari waktu yang tepat untuk berinteraksi bersama keluarga ( family time ), makan malam, beribadah ( shalat maghrib dan Isya ) dan ngobrol santai. Pukul sembilan malam menjadi batas untuk anak kami tidur.

11. Pukul 21:00-22:00
Ada aktifitas tambahan yang saya buat untuk memperbaiki diri dengan menimba ilmu bermanfaat. Saya sudah mendapat ijin dari suami untuk hal ini. Jam malam biasanya saya gunakan untuk berinteraksi dimedia sosial, parenting, dan juga aktifitas menulis
Semua perencanaan yang saya buat diatas merupakan bagian dari manajemen waktu yang saya lakukan sebagai manajer keluarga. Berusaha untuk selalu konsisten agar tidak jauh melenceng dari apa yang telah direncanakan. Adapun jika terjadi pergeseran waktu, maka skala prioritas menjadi aktifitas yang harus diselesaikan terlebih dahulu.


#NHW6
#KelasMatrikulasiBekasiIIPBekasi2
#Day6
#KuliahMatrikulasiBatch5
#BelajarMenjadiManajerKeluargaHandal
#RuangMenulis


Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta