√Berlatih Pengamatan Bersama Ayah
Header catatantirta.com

Berlatih Pengamatan Bersama Ayah

Kicaunya sama semua, lalu yang mana juaranya ya ?

Akhir pekan menjadi moment yang paling pas bagi anak untuk mengikat cinta dengan ayahnya. Setelah lima hari pergi pagi pulang petang ( dibaca ya, bukan sambil nyanyi ), seorang ayah menyiapkan hari liburnya sebagai teman bermain anak. Ini sangat bermanfaat untuk mengikat bonding antara ayah dan anak. Cinta, kasih sayang, dan sikap dari seorang ayah juga diperlukan dalam mengiringi tumbuh kembang anak.

Kali ini ayah punya misi khusus disela-sela menemani Nala bermain. Tema pembelajaran sederhana yang dipilih adalah melatih kejelian pandangan melalui pengamatan dan penilaian tentang sesuatu. Aktifitas ini juga berguna untuk memberi wawasan baru pada anak bahwa banyak hal menarik yang dapat dilihat ketika berada di luar rumah.

Kebetulan tidak jauh dari rumah ada area kompetisi kicau burung dan ayah sedang ingin menontonnya. Jadilah ayah mengajak ke tempat tersebut sebagai wawasan baru sekaligus menjalankan misi khususnya. Dengan penuh semangat ayah dan Nala mengendarai sepeda motor ditemani pagi yang cerah. Sampai di tempat kompetisi, sudah banyak sangkar burung bergantungan pada tiang-tiang yang telah disediakan.

Sejak awal memasuki area kompetisi, Nala sudah sangat bersemangat.  Bertambah girang karena disambut dengan pemandangan yang luar biasa baginya. Di sini misi telah dimulai. Ayah memberi kesempatan agar Nala menikmati apa yang baru saja dilihatnya. Seluas matanya memandang yang terlihat tentu saja burung dan burung.

Semua nampak serupa namun tak sama
Ayah mengajak Nala untuk sedikit mendekat dan melihat beberapa jenis burung yang tengah siap berkompetisi. Berjalan perlahan sambil berkeliling di sekitar area kompetisi. Bermacam warna dan ukuran burung terbungkus sangkar-sangkar nan elok. Yah, kandang burung menjadi sarana wajib dari binatang peliharaan yang juga menghasilkan pundi-pundi rupiah. Bagaimana suasana kompetisi kicau mania ini? Sudah tentu riuh dan sangat ramai. Bukan saja ramai karena semua burung berkicau indah, namun juga ramai oleh pemilik, juri, serta penonton yang ikut hadir.

Nala sangat menikmati keseruannya di zona kicau mania ini. Tangannya tidak berhenti menunjuk burung-burung yang sedang bersiap untuk diperlombakan. Nala juga beberapa kali berjingkrak ketika mendapati burung melompat-lompat di dalam sangkar. Satu hal lagi yang membuatnya tidak berhenti berbicara yaitu barisan angka yang bergantung di atas sangkar burung. Mulut mungilnya berhitung sesuai dengan apa yang dilihatnya. Satu point tambahan dari misi ini yaitu bersenang-senang sambil belajar angka.

Tour kecil di area kompetisi berakhir seiring dengan dimulainya lomba kicau mania. Nala bersama ayah menjauh dari area inti sambil tetap mengamati perlombaan. Nampak para juri sedang bergantian memberi penilaian pada kelompok hewan bertulang belakang ini. Satu per satu kicauan didengar dan diberi nilai.

Di sela-sela menikmati kicau para unggas bersayap ini, ayah melakukan beberapa tanya jawab sebagai review dari misi yang tengah berjalan. Nala berceloteh riang sambil menyebutkan apa yang telah diamatinya. Mulai dari warna, angka, sangkar burung, sampai menirukan beberapa kicauan yang menjadi favoritnya. Sang ayah memberi tepuk tangan dan dua jempol sebagai apresiasi dari penjabaran sederhana putri kecilnya. Ditutup dengan pelukan hangat yang semakin mempererat bonding antara anak dan ayah.

Jawaban atas hasil pengamatan Nala menjadi tolak ukur bahwa ayah berhasil menjalankan misinya.

Selamat ayah, siap dengan tantangan selanjutnya ya.




#RuangMenulis
#Odopfor99days23Maret2018
#MisiAyahBersamaAnak



Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta