√Menyiram Bunga Dengan Pasir Ajaib
Header catatantirta.com

Menyiram Bunga Dengan Pasir Ajaib


Pasir Ajaib Siap Menemani Bermain
Hasil bermain siang hari.

Berawal dari pulang mengaji dengan energi yang masih full, anak balita ini minta main di luar rumah.
Berhubung cuaca sedang panas cetar membahana, jadilah pilihan jatuh pada ambang pintu.
Ditemani angin siang yang hangat, pintu dibuka lebar supaya wajah dunia luar tetap terlihat.
Beruntung si balita tidak terlalu protes dengan pilihan mommy yang memberi batasan hanya di ambang pintu.
 
Bermodal pasir ajaib hadiah dari susu si balita, mulailah dia beraksi. Awalnya bermain cetak pasir sesuai wadah karakter yang tersedia. Namun tisak sampai lima menit, si balita bernyanyi.

💥💥💥💥💥
Lihat kebunku
Penuh dengan bunga
Ada yang merah
Dan ada yang ungu
Setiap hari kusiran semua
Mawar dan anggrek
Semuanya indah

💜💜💜💜💜

Harap maklum dengan gubahan lagu yang dilakukan si balita. Ini sudah terjadi pada banyak lagu. Biarkah sesuka versi dia bernyanyi.

Lanjut mengulang lagunya, atraksi selanjutnya lebih seru.

"Bunga-bunga, kalian haus ya? Panas pasti haus. Disiram dulu ya."

Proses menyiram bunga khayalan pun berlangsung cukup lama. Pasir merah ditabur ke segala arah. Dengan bebas tangannya bergerak sesuka hati.

"Siram-siram. Semua bunga harus disiram."
Bertabur Pasir Ajaib Itu Sesuatu Banget Loh


Selidik punya selidik, tema bermain kali ini adalah berkebun bunga mawar dan anggrek. 
Penolakannya pada bunga melati yang ada pada syair asli lagu "Lihat Kebunku", karena bunga melati yang ada di halaman rumah tak kunjung mengeluarkan kuncup putih. Hingga si balita memutuskan untuk menggantinya dengan anggrek ungu milik tetangga.
 
Yah, halaman tetangga selalu nampak lebih indah. Hahahaha

Merasa aktifitas berkebun dengan pasir ajaib telah selesai, si balita mulai mengemas mainannya. Jangan ditanya siapa yang memasukkan pasir kembali ke wadahnya. Tentu saja mommy ikut andil sambil "ceramah" singkat. Harap maklum mommy selalu curi-curi kesempatan untuk memberi ceramah pendek.

Aktifitas ditutup dengan senyum puas si balita sambil memegang sapu merah muda kesayangannya.
Well, sederhana namun cukup bermakna. Si balita bermain sambil belajar. Gubahan lirik lagu menandakan kreatifitas bahasa yang dimilikinya. Melatih rasa tanggung jawab dengan merapikan mainan selepas bermain. Berlatih menyapu meski sisa pasir makin berhamburan.

Di sini mommy kasih pelukan bangga dan senyum manis pelengkap suasana.
 
Masih bersiap Menuangkan Keajaiban



#RuangMenulis
#Odopfor99days26Mar2018

Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta