√Penggemar Masakan Mbah Uti
Header catatantirta.com

Penggemar Masakan Mbah Uti


Lezatnya...,

Gadis cantik ini awalnya cuek ketika mbah Utinya datang berkunjung. Bahkan cenderung jutek dan tidak mau dipegang. Dipanggil saja lari menjauh.
Tetapi sikapnya mulai sedikit bergeser saat mbah Uti beraksi di dapur.
Aroma rempah - rempah di atas kompor panas menyebar ke penjuru ruangan.

"Ehmmmm, harumnya. Mbah Uti masak apa?" Si gadis berceloteh.
Dengan mata berbinar mbah Uti menjawab, "masak rendang".
"Wah, Nala suka rendang". Teriaknya girang. 

Mbah Uti makin bersemangat mengaduk - aduk daging sapi yang sedang meletup bersama santan murni. Daging sapi yang telah dipotong - potong persegi sengaja dimasak menggunakan santan dari parutan kelapa asli agar rasanya gurih dan sedap.
Proses memasak rendang membutuhkan waktu yang cukul lama. Hampir 4 jam daging sapi direbus bersama santan sambil terus diaduk. Pengadukan dilakukan sekitar 5 menit sekali agar bagian dasar tidak lengket ataupun kering.
Daging sapi dimasak lama agar empuk dan bumbu meresap hingga ke dalam daging. Proses mengolah yang lama ini membuat si gadis tidak sabar ingin segera mencicipi rendang buatan mbah Uti.
Beberapa kali si gadis mengunjungi dapur untuk menanyakan, apakah rendang sudah boleh dimakan? Jawaban mbah Uti membuatnya merengut beberapa kali, karena daging memang belum empuk.

Setelah hampir 4 jam, si gadis dibuat girang karena panggilan dari mbah Utinya.
"Yeeee, rendang sudah matang", teriaknya girang.
"Waaah, enaknya. Rendangnya enak, mbah Uti," lanjutnya penuh semangat. Sepotong rendang matang di
Binar bahagia nampak dari wajah mbah Uti yang senang mendapat pujian dari sang cucu.

"Mau lagi, mbah Uti", sebuah garpu kosong disodorkan dengan senyum mengembang.
Sepotong rendang kembali siap disantap. Nyam nyam nyam. Lahap tanpa nasi sebagai temannya.
"Makasih, mbah Uti. Rendangnya mantap", sebuah jempol terangkat untuk mbah Uti yang hebat.

Kedekatan si gadis dengan mbah Uti diprakarsai oleh rendang yang lezat. Bahkan ketika bangun dari tidur siangnya, rendang menjadi kata pertama yang terucap. Hingga stok rendang sudah habis, si gadis masih menanyakannya.
Ini kode agar mbah Uti masak rendang lagi.
Terima kasih mbah Uti. Masakannya super lezat. Kami penggemar masakan mbah Uti.

Note: Abaikan garpu di tangan kiri saat action.
#RuangMenulis
#WritingTresnoJalaranSokoKulino
#Odopfor99days15Jan18

Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta