√Lamunan Senja
Header catatantirta.com

Lamunan Senja




Andai engkau masih ada diantara kami. Mungkin senyumnya akan lebih merekah.
Namun engkau tidak perlu risau. Tenang dan bahagialah di sisiNya, karena kami akan membuatnya terus bahagia.
Mengukir tawa dan ceria disetiap matanya terbuka.
Meski kami tahu betapa ia merindukanmu melebihi kerinduan kami padamu. Ketegarannya menguatkan kami atas kepergianmu kala itu.
Tatapannya meluas, memandang hamparan gelombang. Mungkin ia sedang menyebut namamu diantara hela nafasnya. Mungkin juga ada bulir bening di sudut matanya yang ditahannya agar tidak jatuh ke tanah. Mungkin ingatannya sedang membuka lembaran - lembaran kenangan dimana engkau terlibat di dalamnya.
Mungkin imajinasinya sedang melambung, membayangkan engkau ada di hadapannya. Saling menatap dan menikmati sejuknya udara. Mungkin hatinya berbisik, andai engkau bisa menemaninya saat ini. Menunggu pesananan makanan sambil berbincang ringan. Menunjuk riang seorang cucu yang sedang berlari - lari kecil di cerahnya mentari.
Wahai, bunda. Sungguh kami tidak tahu apa yang ada di balik ekspresimu itu. Kami hanya tahu bahwa engkau wanita yang begitu kuat dan tabah. Entah kekuatan apa yang membuatmu begitu tenang menjalani hari - hari tanpa belahan jiwamu yang telah kembali kepangkuan Sang Khalik. Tentu ada rindu sepanjang menghabiskan waktu, tetapi tidak nampak sedikitpun kesedihan di wajah teduhmu.

Duhai, bunda.
Untaian kalimat ini memang tidak terbaca olehmu.
Pemberian kami tidak akan pernah cukup untuk membayar limpahan kasih sayangmu pada kami.
Cinta kami tidak mampu menandingi besarnya cintamu.
Tetapi kami berusaha untuk terus menciptakan senyum di wajah senjamu.
Katakan apa maumu bunda, kami akan berupaya untuk memenuhinya.
Ungkapkan keluh kesahmu bunda, kami akan menembus badai jika itu membuatmu ceria.
Berikan kami tawa terbaikmu, hingga kami tahu bahwa keberadaan kami masih berarti di matamu.

Bunda,
Semoga kami bisa terus membuat lengkungan indah di bibir manismu.
Bunda,
Beri kami kesempatan membalas cucuran pengorbananmu.
Bunda,
Maafkan kami belum mampu mengganti semua pemberianmu.
Bunda,
Do'akan kami agar bisa menemani kesendirianmu. Mengukir kenangan baru agar bahagia terus menyelimuti hari - harimu.


#Odopfor99days14Jan18

Lamunan Senja



Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta