√Rindu Seorang Perantau
Header catatantirta.com

Rindu Seorang Perantau



Apa yang kalian rindukan sebagai seorang perantau? Jika masih ada orang tua di kampung halaman tentu saja ingin mudik setiap saat. Pulang ke kampung halaman tanpa harus menunggu libur lebaran, libur tahun baru atau cuti besar. Asal ada kesempatan langsung cuss balik kampung.

Kenapa rasa ingin pulang kampung sering muncul ? Apa yang membuat rindu atas tanah kelahiran ? Banyak alasan untuk mengunjungi kampung halaman setelah merantau lama. Nomor satu yang membuat hati selalu di rumah pertama adalah ingin berjumpa dengan keluarga tercinta. Ibu, saya rasa beliau menjadi alasan utama bagi seorang anak merindukan kampung halamannya. Kasih sayang seorang ibu tanpa batas. Curahan cinta kasihnya tak terukur oleh apapun. Peluk hangatnya menciptakan ketentraman dan kedamaina jiwa. Ibu, sosok yang sangat berharga.

Ketika seorang anak pergi dari rumah untuk menggapai sebuah asa, maka ada do'a orang tua sepanjang jalan. Do'a seorang ibu sering kali menjadi kunci keberhasilan seseorang. Atas restu seorang ibu, maka segala asa dan cita bergerak kearah pencapaian dengan mudah. Aral rintangan yang hadir dengan mudah dilalui dan menghasilkan sebuah keberhasilan. Ibu, kata - katanya seperti keramat yang suatu saat bisa langsung berubah nyata jika dia berkehendak. Apapun yang disentuhnya bisa menjadi lebih berguna. Bahkan sebuah kain sobek bisa dijahit rapih dengan tangan ampuhnya.

Sebagai seoranga perantau, saya selalu rindu kampung halaman. Rindu dibangunkan untuk segera shalat subuh dan bersiap ke sekolah. Ingin rasanya kembali ke masa itu, dimana saya berkeliaran di sekitar rumah yang penuh pepohonan. Maklum, sekeliling rumah ramai pohon buah. Ada pohon jambu mede atau jambu monyet, mangga, nangka, jambu air, pisang, durian, kelapa, sawo, dan jambu biji. Semuanya milik nenek kami, tetapi kami bebas untuk menikmatinya.

Saya, anak kedua dari empat bersaudara. Sebagai adik dari seorang kakak perempuan, membuat saya menjadi jagoan dari dua saudara laki - laki yang masih kecil. Menurut penuturan ibu, kelincahan saya sudah nampa sejak kecil. Kegemaran memanjat pohon membuat saya bisa diandalkan untuk membetukkan genteng yang geser. Ini menjadi aktifitas menyenangkan bagi saya. Kesempatan yang langka ketika bapak saya sedang tidak di rumah. Saya, menjadi gadis perkasa dalam beberapa situasi.
Ketika musim jambu air tiba, saya menjadi eksekutor handal dalam memanen. Pohon jambu air berhasil saya taklukan dan memetik buah - buahnya yang merah dan manis. Jambu air di depan rumah kami menjadi icon favorit di lingkungan tempat tinggal kami. Setiap yang melintas pasti memandang penuh harap dan ada yang tak segan - segan meminta buahnya. Kami sekeluarga senang berbagi supaya para tetangga bisa mencicipi buah jambu air yang memang manis dan segar.

Sungguh banyak cerita di kampung halaman. Semua tentang kebahagiaan dan keceriaan ada di sana. Bersama dengan seorang ibu yang selalu siap sedia menjaga dan merawat anak - anaknya.

Rindu bagi setiap perantau yang lama hidup jauh dari keluarga tercinta. Meskipun sudah berkeluarga dan memiliki tempat tinggal, rasa kangen akan kampung halaman selalu hadir. Kehidupan kampung yang sederhana dan bersahaja membuat kenyamanan dan keinginan untuk berlama - lama tinggal di sanan. Apalagi ada ibu yang akan terus menanti kehadiran para anaknya yang amat disayanginya. 

Saya sadar betul bahwa naluri dan kasih sayang seorang ibu mengalir sepanjang masa. Meskipun anak - anaknya telah berkeluarga, rasa cintanya tidak akan pernah berubah. Justru semakin bertambah dan berlipat ganda.

Rindu sejati seorang perantau adalah rindu pada hadirnya sosok ibu yang setia melayani dan memberi yang terbaik bagi semua anak - anaknya.

Ibu, do'akan anakmu ini agar bisa membahagiakanmu dan membalas semua curahan kehidupan yang telah engkau berikan kepada kami. Kasih sayangmu, cintah kasihmu tak mampu kugantikan dengan 
apapun. Namun setidaknya, senyum mengembang dari bibir manismu memberi arti bahwa anakmu ini bisa menghadirkan sedikit bahagia pada dirimu.






#RuangMenulis
#WritingTresnoJalaranSokoKulino
#IbuBagian01

Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta