√Nyidam Membuat Saya Putus Pertemanan Dengan Nasi.
Header catatantirta.com

Nyidam Membuat Saya Putus Pertemanan Dengan Nasi.



Kehamilan merupakan sebuah penantian dari pasangan suami istri yang baru saja mengikat janji suci. Begitu pula dengan pernikahan saya bersama suami. Setelah tiga bulan berlalu, kami mendapat berita bahagia bahwa kamu telah hadir di rahim ini. Kami bersyukur atas pemberian Allah SWT yang telah mempercayakan calon insan di kehidupan kami. Rasa syukur itu terus mengalir hingga kini.
Trimester pertama pada sebuah kehamilan biasanya menciptakan perubahan pada calon ibu. Hal ini dipengaruhi oleh kemunculan hormon kehamilan yang mulai aktif. Perkembangan hormon kehamilan menimbulkan efek mual atau yang sering disebut morning sickness. Mual dan pusing yang dialami juga membuat efek lain yang sering dinamakan nyidam. Setiap orang punya efek nyidam yang berbeda. Ada sesuatu yang awalnya suka menjadi tidak suka atau yang sebelumnya tidak mau menjadi mau. Begitu juga dengan saya, nyidam muncul seminggu sepulang dari pemeriksaan ke dokter kandungan.
Entah kenapa ini bisa terjadi, muncul secara tiba - tiba. Menurut penuturan beberapa teman yang telah menjadi ibu, memang nyidam itu muncul setelah tahu kalau hamil. Sebelum kehamilan diketahui, maka tubuh bekerja seperti biasa. Namun ketika diketahui ada makhluk kecil di dalam rahim, ada saja yang dirasa. Ini bukan lebay loh ya, tapi memang banyak yang mengalaminya. Menurut saya ini sebenarnya faktor psikologis. Keberadaan calon buah hati menimbulkan efek posesif dan manja bagi calon ibu. Posesif di sini yaitu keinginan untuk menjaga baik calon bayi yang ada di rahim sehingga menghasilkan keinginan dan perilaku yang tidak biasa.
Korban Nyidam
Saya sendiri memutuskan pertemanan dengan nasi. Entah dosa apa yang telah dibuat oleh si nasi sehingga saya membenci dirinya. Mencium bau nasi hangat saja langsung membuat pening kepala dan mual. Rasanya ingin memuntahkan semua isi perut. Namun anehnya, olahan beras dalam wujud yang berbeda bisa saya terima. Lontong, ketupat, dan bubur bisa mampir di mulut dan masuk ke dalam lambung. Padahal sejatinya mereka berasal dari sumber yang sama, yaitu beras atau padi. Beruntung saya masih bisa mendapat sumber karbohidrat dari beras dalam wujud yang berbeda, sehingga asupan karbo masih tercukupi.
Pernah suatu malam, suami saya repotkan dengan kelaparan yang melanda. Berhubung saya tidak doyan nasi, maka alternatif paling dekat adalah lontong. Biasanya saya mendapatkan lontong dari penjual sate ayam di dekat rumah. Namun sayangnya malam itu si bapak tukang sate tutup warung. Suami mencari pedagang lain, berputar di sekitar komplek mencari lontong yang diinginkan istrinya. Akhirnya ditemukan seorang pedagang ketoprak yang masih menjajakan dagangannya. Dengan hormat, suami saya mencoba untung membeli lontongnya saja tanpa harus membeli paket komplit ketoprak. Rejeki istri dan calong jabang bayi, si abang ketoprak baik hati bersedia menjual 2 buah lontong pada suami saya. Terima kasih ya pak, berkat anda saya bisa makan malam itu.
Saya termasuk mengalami nyidam ringan, karena di luar sana banyak ibu hamil yang sampai di infus untuk menjaga nutrisi ibu dan calon bayi di dalam kandungannya. Bagaimana nyidam itu sangat berpengaruh pada bayi dan calon ibu hingga bisa menyebabkan mual yang amat berat hingga tidak ada asupan makanan yang masuk ke lambung. Semua dimuntahkan ketika baru saja menyentuh lidah. Paling parah mencium baunya saja sudah menghabiskan isi perut yang sudah susah payah mendarat.
Bagi para calon ibu, nikmatilah masa - masa nyidam itu dengan tetap berpositif thingking dan semangat agar dapat melampauinya dengan baik. Moment itu hanya sebentar, hanya sekejap saja kita rasakan. Kelak akan ada rindu ketika mengenang masa itu. Dimana mual, muntah, pusing, lemas, dan lelah terbayar ketika melihat kehadirannya di dunia.

4 komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta