√Mengolah Manfaat Dari Membaca Bagi Anak - Anak
Header catatantirta.com

Mengolah Manfaat Dari Membaca Bagi Anak - Anak

Budaya membaca perlu dikenalkan sejak dini, bahkan semenjak di dalam kandungan. Meski intensitas membaca hanya beberapa menit, sudah menjadi sebuah kebaikan. Membaca disini dilakukan dengan media buku, bukan dari gawai. Meskipun melalui media internet yang semakin canggih sehinga bisa mendapat segala informasi di sana, tetapi ada efek berbeda pada mata. Secara visual, cahaya gadget yang dipantulkan bisa mempengaruhi kualitas mata. Maka dari itu, membaca dengan media buku menjadi pilihan yang baik. Ada banyak hal yang di cetak atau dibukukan dan tidak bisa di dapatkan secara online. 
Setelah vacum beberapa minggu, saya kembali membiasakan budaya membaca buku pada anak perempuan saya. Di usianya yang menginjak empat tahun, Nala sudah mengenal semua huruf. Mulai dari huruf A sampai Z, dia sudah hapal dan bisa mengucapkannya dengan benar. Dari sini, saya mencoba mengajarinya membaca suku kata. Mulai dari dua huruf sederhana hingga empat huruf yang membentuk kata bermakna. 
Sebuah tabloid atau majalah bobo yang didapat dari salah satu event lomba mewarnai, membuat gairah membacanya kembali bangkit. 
Buku belajar huruf dan mewarnai yang pernah dipelajarinya sedang istirahat. Buku pendamping hafidzah yang sempat digemarinya juga sedang bersemedi. Kali ini, Nala lebih memilih tabloid Bobo yang penuh gambar dan warna - warni. Isinya cukum bagus, namun ada kata yang menurut saya belum cocok untuk anak seusia dirinya. Ketika membacakan sebuah cerita bergambar di salah satu halaman, saya sengaja mengganti beberapa kata yang lebih pantas dan mudah dimengerti oleh Nala. Diapun tidak protes, karena memang belum lancar membaca ( hahahaha ).
Anak - anak memang lebih tertarik pada buku yang penuh gambar dan warna. Mereka lebih fokus pada penyajian gambarnya, bukan pada inti dari cerita bergambar tersebut. Di sini peran orang tua sangat penting. Pengolahan sebuah makna yang disampaikan oleh orang tua bisa menjadi media untuk menanamkan contoh perilaku baik atau buruk yang boleh dilakukan maupun yang tidak boleh. Ketika membacakan sebuah cerita, hendaknya disisipi nasehat kebaikan. Sounding pada anak tentang perilaku yang bermanfaat dan yang menimbulkan kerugian.

Seperti cerita yang saya bacakan kemarin. Beberapa gambar keluarga Bobo dengan caption yang menjelaskan isi dari gambar tersebut. Saya banyak mengganti kata dari tulisan aslinya. Ya, karena menurut saya itu belum cocok untuk anak seusianya. Namun kata - kata itu tidak merubah makna dari gambar yang disajikan. 

Sebuah cerita bergambar juga bisa menjadi media untuk mengasah ketajaman daya ingat anak. Misalnya mengingat nama dari tokoh yang ada pada gambar tersebut. Dengan memberi ciri - ciri pada setiap tokoh, maka anak akan mudah mengingat nama dari tokoh tersebut. Selain nama, juga dapat dikenalkan sifat atau karakter dari pemerannya. 

Contohnya Keluarga Bobo. Bobo sendiri mempunyai ciri khas yaitu berbaju merah dengan logo huruf B di dadanya. Bobo memiliki sifat ceria dan mudah bergaul. Ada juga Cimut yang merupakan adik Bobo. Cimut berwarna merah muda dan ukurannya lebih kecil dari anggota keluarga Bobo yang lain.

Dari satu cerita saja bisa diperoleh banyak informasi dan tambahan pengetahuan yang di dapat anak. Tinggal bagaimana orang tua bisa mengolahnya menjadi hal yang bermanfaat dan mengasikkan. Membaca itu menyenangkan dan mempunyai banyak manfaat. 

Ayo makin semangat membaca, karena dengan membaca otak kita terus bekerja dengan baik. Membaca bisa menjadi media untuk mengasah dan menjaga daya ingat otak. 
Membaca menjadi langkah awal terbukanya dunia. 
Ayo Gemar membaca.




#RuangMenulis
#WritingTresnoJalaranSokoKulino
#odopfor99days

Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta