√Sahabat Tanpa Syarat
Header catatantirta.com

Sahabat Tanpa Syarat




Hei, kamu. Iya kamu. Kawan yang sudah seperti saudara bagiku. Di kala susah dan senang, suka dan duka. Saat ujian menerpa atau ketika bahagia menyapa.
Hei, kamu. Iya kamu. Sosok yang punya tempat berdeda dari kawan yang lain. Kamu ada tanpa kupinta, kamu hadir sebelum kupanggil.
Hei, kami. Iya kamu.Pengisi masa lalu dan masa kini. Sehari saja tidak ada sapa darimu, rasanya ada sesuatu yang tidak beres. Perasaan yang membuatku ingin menghubungimu, walau hanya sebuah kalimat, "Sedang apa, kawan. Apa kabarmu hari ini?"
Hei, kamu. Iya kamu. Keberadaanku menjadi lebih bermakna saat meninggalkan jejak - jejak keindahan di masa lalu.

Merangkai masa kini dan masa depan diantara dunia kita yang telah berjauhan. Jarak dan waktu yang tak lagi bisa dikompromikan seperti dulu tidak menjadi pemutus jalinan yang telah ada. Ikatan ini memang terbentuk tanpa peresmian, tetapi raga dan jiwa yang saling terhubung membuktikan bahwa kita punya sesuatu yang spesial.

Hei, kamu. Iya, kamu. Jangan pernah merasa ada hutang yang suatu saat harus terbayar. Ini bukan hubungan bisnis yang bisa dihitung dengan sebuah nominal. Bukan perjanjian kontrak yang bisa putus di tengah jalan. Bukan pula ikatan dinas yang harus dipenuhi hingga rentang waktu yang telah disepakati.

Hei, kamu. Iya kamu. Jauhi pikiran bahwa apa yang aku berikan menjadi sebuah pemberian dimana suatu masa kamu harus membalas dengan hadiah yang lebih berharga. Ingat kawan, ini tentang sebuah ketulusan tanpa syarat. Ini tangan yang siap digenggam ketikamenyambut kehadiranmu. Ini senyum yang siap menyambut wajah telah nampak dari sudut mata. Sebuah senyum kebahagaiaan tercurah tanpa rekayasa.

Semua ini tentang rasa kasih yang tumbuh tanpa syarat. Rasa yang mengalir begitu tulus hingga melihat bahagiamu menjadi kepuasan jiwaku. Jabatan tangan ini tidak pernah menunggu goresan tinta hitam di atas kertas putih yang dibubuhi tandatangan dan materai. Genggaman tangan ini tidak butuh bingkisan cantik sebagai buah tangan. Tawa ini hanya perlu sebuah kebersamaan dimana saling berbagi dan saling memberi dalam kebaikan.

Pelukan hangat siap menyambut kapanpun dan dimanapun jika ruang dan waktu menyatukan kita. Hindari gengsi, jauhi kecil hati karena aku dan kamu bukan hanya sekedar sapa. Aku dan kamu seperti pelangi yang nampak indah jika menyatu bersama. Buang pikiran itu, pemberian ini tidak menyisakan harapan timbal balik. Buang jauh - jauh hingga tidak lagi tercium baunya, hingga tidak berani melintas di dalam hati dan pikiranmu.

Aku, tidak secuilpun mengharapkan imbalan atas apa yang pernah kupersembahkan untukmu. Aku, hanya mengharap sebuah do'a kebaikan untuk kita bersama. Aku, mencari setiap kesempatan dimana kita bisa saling mengingatkan, memberi dukungan, menciptakan motivasi agar bisa terus bergadeng tangan. Menghadapi setiap kerikil kehidupan, mengulurkan tangan ketika batu - batu tajam itu melukai raga dan jiwa.

Aku, berbahagia ketika melihat pias ceria menghiasi hari - harimu. Aku bersuka cita merasakan damainya duniamu. Aku bangga melihat kesuksesanmu.

Di kala kamu berbagi tentang rasa yang sedang kamu alami, di situ aku merasa punya arti dalam kehidupanmu. Ini menjadi bukti bahwa aku mendapat sebuah tempat diantara duniamu. Senang, aku sangat senang bisa mendengar kisah hidupmu. Tumpahkan segala keluh kesahmu, aku siap menjadi tempat sampah dan pendengar yang baik. Ingatlah kawan, dalam perjalanan hidupmu, ada aku yang menjadi penggembiramu. Ingatlah kawan, ada nomor cantikku di dalam kontak handphonemu. Ingatlah kawan, ada alamat rumahku yang siap disambangi olehmu. Pintu itu akan selalu terbuka kapanpun kamu akan menghampirinya.

Akan terasa hampa jika ada kisah yang tidak kamu ceritakan. Akan menjadi sepi jika ada kejadian yang kamu sembunyikan. Kabarkan padaku walaupun itu berita yang menyedihkan. Aku telah menyediakan cawan khusus untukmu di dalam hidupku.Tempat yang aku ciptakan sebagai wadah tentang perjalanan antara aku dan kamu. Semua kisah yang kita rajut akan tersimpan rapi di sana. Akan datang masa dimana kita mengulangnya kembali segala kenangan yang pernah kita ukir bersama. Masa dimana akan kita tunjukkan pada dunia bahwa kita punya cerita yang sangat berharga. Bukan tentang tolong menolong, bukan tentang balas budi dan terima kasih, bukan pula soal memberi dan menerima. Ini tentang rasa saling  menyanyangi dan mengasihi, tentang kehadiran yang bermakna.

Kisah masa lalu, kini dan seterusnya yang akan menjadi kenangan indah saat kita menua nanti. Sebuah ikatan tanpa syarat namun terjalin dengan indah. Jalinan  yang terukir cantik bermodal kebersamaan dan suka cita.

Hei, kamu.Iya,kamu. Ingat aku kapanpun, dimanapun, dalam rasa apapun. Ijinkan aku menjadi bagian dari hidupmu. Beri kesempatan agar aku bisa terus mengukir kisah ini, menyimpannya sebagai bagian dari perjalanan yang membahagiakan.

Kawan, hanya do'a kebaikan yang aku inginkan darimu sebagai bagian dari semua peristiwa antara kita. Bukan harta, bukan pula benda. Hanya do'a, itu sudah lebih dari cukup untukku.







#RuangMenulis
#WritingTresnoJalaranSokoKulino
#SahabatTanpaSyarat

Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta