√Mawar Hatiku
Header catatantirta.com

Mawar Hatiku

Senyum Menyambut Mentari


Pagi Dunia...
Cerianya adalah bahagiaku,




Senyumnya merenggut cintaku,
Tawanya mengalihkan duniaku,
Tatap matanya menyinari hari - hariku,




Duhai belahan jiwa, 
Bahagialah selalu agar aku tahu bahwa hidupku berarti untukmu,
Wahai Penyejuk Raga,
Dekap tubuh  ini hingga usiaku menjelang senja.
Aku, akan berusaha semampuku untuk menjaga senyum ceriamu itu. Mengajarimu berbagai ilmu dengan segala keterbatasaku. Mencurahkan kasih sayangku demi terciptanya kebahagiaan di setiap hari - harimu. Mendidikmu dengan tangan ini agar kemandirian mengikuti setiap langkahmu.

Banyak kekurangan pada diri ini, menciptakan  kelemahan saat membersamaimu. Maafkan aku untuk itu.
Terlalu berlebihan jika aku harus menuntut kesempurnaan atas dirimu. Aku sadar betul bahwa tidak ada hak atas masa depanmu. Aku hanya pendamping untuk menemukan potensi tersembunyi yang ada pada dirimu. Keputusan tentang jalan hidup yang nanti akan kau tempuh, sepenuhnya adalah atas dirimu. Aku hanya mampu mengenalkan segala yang aku tahu. Tentang luasnya dunia ini. Tentang banyaknya keajaiban di luar sana. Aku hanya bertugas mempersiapkan segala kebutuhanmu untuk menyongosng masa itu. Masa dimana kamu akan berdiri dia tas kakimu sendiri. Menentukan arah kaki melangkah atas keinginan dan tekadmu sendiri. Menggenggam cita yang akan kau raih dengan kekuatan yang kau miliki. Mengumpulkan serpihan semangat untuk mencapai segala asa yang ada dalam hatimu.



Aku bertugas mengajarkan kebaikan, memberi contoh teladan. Berharap kamu akan mengikuti apa yang aku perlihatkan. Aku berkewajiban memperlihatkan keburukan, memberi sebuha konsekuensi atas segala perbuatan. Lebih dari itu, segala keputusan mutlak ada di tanganmu. Akan selalu kupanjatkan doa' demi kebaikanmu, demi kebahagiaan dirimu. 

Kamu permata hatiku. Siapapun tidak punya hak untuk menyakitimu. Aku akan sangat murka jika itu terjadi pada ragamu. Aku bisa saja mengeluarkan kutukan jika hatimu terluka. Kamu separuh dari hidupku. Sedihmu seperti mendung kelabu di mataku. Aku akan berusaha menjadi angin yang akan meniup langit kelam itu. Aku pastikan bahwa cahayu akan mampu membangkitkan semangatku.


Wahai Mawar Cintaku,
Ijinkan aku untuk terus menjadi temanmu. Dikala suka maupun duka. Ceritakanlah segala apa yang kamu alami. Jadikan aku seperti sahabat karibmu. Berbagilah tentang dunia yang sedang kamu alami. Jangan sembunyikan apapun dariku. Aku mohon padamu, wahai mata hatiku. Tuangkan segala keluh kesahmu padaku. Biarkan aku membantumu semampu diriku. Aku akan berjuang agar bisa mengiringi hari harimu.
Duhai Mawar Hatiku,
Sinar mentari akan redup jika aku melihat tetesan air di mata indahmu. Maafkan aku jika aku tanpa sengaja pernah menjadi penyebab tetesan itu. Maafkan aku dengan segala keegoisanku yang tidak mampu memahami segala tindak tandukmu. Maafkan aku yang seringkali meluapkan amarah yang seharusnya bisa mereda saat mendengat tangis manjamu. Tegur aku jika perilaku ini telah melebihi batas kewajibanku. Ijinkan aku untuk memperbaiki hari sendu yang pernah ku hadirkan untumu. Kelak kamu akan mengerti kenapa aku melakukan semua itu. 

Suatu hari nanti, aku akan sangat merindukanmu. Aku mohon padamu, jangan sekalipun melupakanku saat kamu tahu tentang luasnya dunia. Ketahuilah, nak. Hidupku akan terasa sangat hampa tanpa melihat bayangmu. Sadarilah, nak. Aku selalu ada untukmu. Datanglah padaku kapanpun kamu mau. Diamanpun kaki melangkah, ingatlah aku selalu.

Tumbuhlah besar, nak. Jadilah dirimu sendiri dengan segala kemampuan yang kamu miliki.
Pertahankan senyum itu, karena di sanalah letak kebahagianku.
Tebar tawa itu, karena suaranya seperti bintang - bintang yang menghiasi malam - malamku.

Aku mencintaimu selalu. 
Mawar Hatiku.
 
















Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta