√Ijinkan Aku Menjagamu
Header catatantirta.com

Ijinkan Aku Menjagamu

Goresan luka ini akibat dari perbuatanmu. Meski aku telah sangat berhati - hati menjagamu setiap waktu. Bahkan aku selalu melindungimu dari tumpahan air langit. Aku juga mengusahakan agar kamu terlindung dari sengatan teriknya mentari. 
Terkadang aku menjadi sangat khawatir saat sang Bayu bergerak lebih kencang dari biasanya. Aku memikirkan dirimu yang terus berada di sana. Aku berharap angin itu tidak membuatmu mual dan muntah - muntah. Apalagi jika sampai membuatmu hilang keseimbangan. Aku akan menyesal jika semua itu terjadi pada dirimu. Aku teramat menyayangimu. 
Meski kamu sering membuat luka, aku tetap mengagumimu. Aku sudah terlanjur jatuh cinta padamu. Aku sungguh ingin selalu melihatmu. Menikmati indahnya hari bersama denganmu. 
Aku sadar betul bahwa tidak mungkin bisa memilikimu seutuhnya. Maka sebagai bukti cintaku padamu, aku rutin menyapamu. Aku selalu mengawasimu, memastikan kamu baik - baik saja. Sesekali aku membawakan oleh - oleh agar kamu menjadi semakin ceria. Ini bukan tindakan yang berlebihankan. Ini hanya bukti nyata bahwa aku benar - benar peduli padamu. 
Entah apa yang kamu pikirkan tentang aku. Tentang kehadiranku yang tak pernah bosan menatapmu. Aku selalu menunggu moment terbaik dimana aku bisa melihat kesuksesanmu. Mengikuti setiap proses perkembanganmu, hingga aku sangat memahamimu.
Ketika senja datang, aku selalu berdo'a agar kamu bisa bertahan dalam dinginnya malam. Ingin rasanya menjadi selimutmu, tapi itu tidak mungkin aku lakukan. Aku hanya bisa melihat kegigihanmu di balik jendela kamarku. 
Saat pagi menjelang, aku harus pastikan bahwa kamu masih bersamaku. Hari - hariku akan suram jika tidak menatap cantiknya senyummu. Nafasku sesak jika tidak merasakan harumnya desahan nafasmu. Waktu seakan terhenti saat aku melihat kesusahanmu. 
Aku mencoba kuat saat membersihkan bagian dari tubuhmu yang berguguran. Aku tahu, itu sebuah proses yang wajar. Tapi rasa sedih itu tidak bisa kututupi. Perlahan aku memandikanmu, menjaga agar kamu segar selalu. Aku begitu menyayangimu.
Wahai bidadariku, hadirmu menjadi penyemangat hidupku. Ijinkan aku terus menjagamu. Kuatlah bersama denganku. Aku berjanji akan terus menjagamu. Hadirmu layaknya titik - titik hujan di musim kemarau. Memuaskan ragaku yang haus akan kedamaian.
Duhai belahan jiwaku, tersenyumlah selalu saat aku mendekatimu. Perlihatkan padaku akan santunnya dirimu. Beri kesempatan agar  tidak ada lagi luka di diriku. Katakan jika ada kekurangan pada diriku saat merawatmu. Ijinkan aku menjagamu setiap waktu. Berikan senyum terbaikmu agar aku tahu bahwa kamu masih bersamaku.   
Pagi itu, kamu mengejutkanku. Kamu memperlihatkan hasil dari kerja kerasmu. Sebuah bakal keindahan muncul di ujung ragamu. Berusaha menampakkan dirinya agar bisa membuktikan betapa hebatnya dirimu. Aku bersorak girang. Aku bangga dengan kegigihanmu. Ini juga hasil dari pengabdianku padamu. Aku makin jatuh hati padamu. Senyum yang pernah kuminta, kini mulai merekah. Menciptakan keindahan yang luar biasa.
Aku menyentuhmu perlahan. Membelai dengan santun agar tidak ada kesalahpahaman. Aku tidak ingin karena luapan emosiku akan berakibat buruk padamu. Ingin rasanya memeluk erat dirimu, mengucapkan terima kasih atas keindahan yang kamu berikan. Biarlah, aku peluk bayangmu saja. Ini sudah mewakili rasa sayangku padamu.
Wahai cinta, teruslah berkembang. Berjanjilah akan segera merekah. Menampilkan keindahan dirimu. Menebar bau khas yang amat kurindukan. Rona merahmu selalu membuat hatiku berbunga. Layaknya dirimu yang segera dipenuhi kelopak merah. Menebar harumnya dirimu. 
Wahai mawarku, durimu tak akan pernah membuatku jauh darimu.


#SerpihanCahaya
#SMANSAMenulis05
#Tantangan30hariMenulis
#SeptemberMenulis(-11)

Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta