√Bahagia Diantara Duka
Header catatantirta.com

Bahagia Diantara Duka



Bahagia itu ada di kala senang dan susah.
Loh kenapa dikala susah ada bahagia? Kalau saat senang tentu bahagia. 
Kalau susah bagaimana bisa bahagia?

Kata bahagia itu tidak hanya disematkan ketika senyum merekah. Bukan hanya ketika tawa mengembang. Tetapi bahagia itu juga bisa terselip diantara ujian kesusahan. 
Coba kosongkan gelas sejenak. Netralkan emosi jiwa dan hati. Tenangkan diri, menghirup oksigen semaksimal mungkin kemudian hembuskan perlahan. Raga menjadi lebih ringan. Detak jantung mulai beraturan. Pandangan mata menjadi lebih teduh. Nada bicara pun keluar dengan oktaf standar.

Lalu lihat sekeliling. 
Tatap secara bergantian dengan jeda yang cukup lama. Perhatikan polah setiap objek yang melintas di muka. 
Amati mimik yang tersirat dari lekuk alis dan pancaran mata. Masing - masing orang terlihat berbeda. Nampak warna - warni rasa yang tengah hinggap dalam diri mereka. Kemudian sentuh diri sendiri. Rasa sakit mana yang sedang mendera. Kepayahan apa yang sedang mampir pada jiwa. 
Tangkupkan kedua tangan, letakkan di depan dada. Rasakan detak jantung yang terus berdegup. Genggam erat dan resapi aliran darah yang mengalir ke seluruh celah tubuh. Seiring nafas keluar masuk, di situ tanda bahwa nyawa dan raga masih bersatu.

Bahagia, itu salah satu wujud bahagia. Bahwa Allah SWT masih memberi kesempatan untuk menikmati indahnya dunia. 
Bahagia, tentu saja patut berbahagia. Meski ujian sedang mendera, tetapi masih banyak nikmat yang melekat dalam raga. Nikmat sehat, nikmat melihat, nikmat udara yang masih bisa dihirup dan dirasa.

Ingat, "Allah SWT tidak akan memberi ujian di luar batas kemampuan hambaNya". 

Ketika seorang hamba mengalami uji keimanan, keikhlasan, atau kesabaran, maka di sana ada kasih sayang Allah SWT yang ingin meningkatkan derajat imam dari hamba pilihanNya. Sebagai makhluk bergelimang dosa tentu patut berbahagia karena terpilih diantara milyaran makhluk ciptaanNya yang tersebar di seluruh alam semesta. Adanya ujian merupakan wujud dari kasih sayang Sang Maha Pencipta. Semoga dengan adanya kesusahan maka akan menggugurkan dosa - dosa yang telah terlaksana.

Bahagia yang datang diantara kesusahan yaitu hadirnya orang - orang terkasih. Keluarga, saudara, sahabat, dan teman hadir untuk memberi dukungan moril dan spiritual. Menciptakan semangat agar tegar menjalani ujian yang tengah mendera. Berkumpulya orang - orang terkasih membuktikan bahwa dalam ujian kita tidak sendirian. Kaki yang mulai lemah menobang raga menjadi kuat dan dapat melangkah dengan suntikan semangat dari orang - orang tersayang. Nafas yang mulai tersengal bisa kembali beraturan dengan bimbingan nasehat dan kebaikan yang merasuk hingga detak jantung kembali normal. Mata panda yang telah banyak mengeluarkan peluh menjadi segar kembali atas peluk dan cinta dari kehadiran sanak keluarga.

" Fa biayyi alaa'i Rabbi kuma tukadzdzi ban" , " Maka nikmat Tuhanmu manalagi yang kamu dustakan ?" ( Surah Ar Rahman )

Sungguh diantara kesusahan masih ada kebahagiaan yang tercipta indah.
Kala hati terpuruk dilanda duka, maka keluarga dan saudara menjadi penguat jiwa. Dukungan, motovasi, nasehat, batuan materi dan  nonmateri mengalir deras. Cukup dengan berikhtiar, berdo'a, kemudian berpasrah diri kepada Sang Khalik menjadi jalan keluar atas segala ujian.
Bahagia itu tercipta diantara duka. Hadirnya kerabat menciptakan bahagia. Mengingatkan bahwa diantara kesusahan masih ada bahagia di sana.

Bersyukur dan terus bersyukur atas segala pemberian Sang Maha Berkehendak.
Bersyukur atas segala nikmat sehat dan sakit.
Bersyukur atas bahagia di atas duka.
Semoga kita semua menjadi pribadi yang selalu bersyukur atas segala pemberian Sang Maha Bijaksana.
Terselip Bahagia



#SelfReminder
#RuangMenulis
#WritingTresnoJalaranSokoKulino
#Odopfor99days12Jan18

Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta