√Kelli, Seekor Kelinci Yang Gemar Melompat
Header catatantirta.com

Kelli, Seekor Kelinci Yang Gemar Melompat



Seekor kelinci bernama Kelli tinggal di sebuah kebun yang luas. Kebun itu milik paman Toni. Dia adalah seorang peternak yang baik hati. Paman Toni, selalu menjaga dan merawat hewan ternaknya agar tumbuh sehat.

Pada suatu siang, Kelli sedang bermain. Melompat ke sana kemari dengan riang. Tanpa disadarinya, Kelli tiba - tiba jatuh. Ia masuk ke dalam sebuah lubang yang cukup dalam.
Kelli berusaha melompat, namun tidak mampu mencapai ke atas lubang. Kakinya terluka karena menginjak ranting pohon yang tajam.

Kelli kesakitan, kakinya mulai sulit digerakkan. Ia berteriak, berharap paman Toni mendengarnya. Namun semua sia - sia, karena paman Toni tak kunjung datang menolongnya.
Hari semakin sore, langit mulai berubah gelap. Kelli mulai kedinginan. Ia menekuk tubuhnya dan menutupinya dengan telinganya. Telinga Kelli yang lebar dan panjang, berhasil memberi kehangatan pada tubuhnya.

Malampun tiba. Kelli mulai berputus asa. Paman Toni belum juga menemukannya. Andai saja  Kelli lebih berhati - hati, mungkin dia tidak akan jatuh ke dalam lubang dan tidak terluka.
Saat mulai mengantuk, Kelli melihat ada cahaya menyinari tubuhnya. Samar - samar terdengar suara yang sangat dikenalnya, itu adalah suara paman Toni. Tubuh Kelli diangkat, kemudian dibawa ke rumah paman Toni. Luka di kaki Kelli dibersihkan dan diobati.

Paman Toni menolong dan mengobati Kelli hingga sembuh. Kelli senang tinggal di kebun milik paman Toni yang baik hati.
                          

Seekor Kelinci Bernama Kelli

Sebuah cerita singkat dan dibuat mendadak.
Ketika Nala berhasil menyelesaikan gambarnya, tiba - tiba dia menodong saya untuk membuat sebuah cerita tentang kelinci yang telah diwarnai olehnya. Alhasil, saya menciptakan kisah si Kelli. Berisi kisah singkat seekor kelinci yang terluka karena kurang berhati - hati saat melompat dan bermain.

Disini, saya menciptakan kejadian terkait sebab dan akibat. Saya berusaha menanamkan sebuah contoh perilaku yang dihasilkan dari perilaku yang lain. Meskipun sederhana, saya berharap si gadis bisa mengambil pembelajaran dari cerita tentang si Kelli.

Kebetulan Nala tergolong anak yang aktif, senang berlari, melompat dan juga menari. Saya menggunakan cerita ini sebagai contoh bahwa boleh saja berlari, melompat dan menari, namun perlu berhati - hati agar tidak terluka.

Beberapa kali Nala terjatuh dan terpeleset saat bermain. Anak seusianya memang belum peka terhadap benda - benda disekitarnya. Namun setidaknya saya mencoba melatihnya memperhatikan lingkungan sekitar agar dapat menyesuaikan posisi diri ketika bermain. Menjaga diri sehingga tidak terjatuh apalagi sampai terluka.

Melalui cerita si Kelli, Nala mulai mencerna inti dari peristiwa yang dialami Kelli. Bahwa saat melompat dan bermain harus melihat sekeliling. Mencari area yang lebih luas agar bebas berlari ke sana kemari. Menjauhkan benda - benda yang ada di lantai agar tidak terinjak saat melompat dan menari. Nala mulai peduli dengan benda - benda di sekitarnya. Terutama mainannya yang berukuran kecil.

Ketika akan mendengarkan sebuah lagu, kemudian ikut bernyanyi sambil menari, maka Nala akan terlebih dahulu menyingkirkan mainan yang menghalangi kebebasan kakinya. Dia mengembalikan mainannya ke keranjang mainan yang telah disediakan. Setelah dipastikan tidak ada lagi benda - benda di lantai, barulah lagu diputar dan dia bebas berkreasi sesuai keinginannya. Meniru gerakan yang ada pada layar atau pun menciptakan kreasi baru dengan imajinasinya sendiri.

Sebuah kisah Kelli yang sederhana, namun menciptakan pembelajaran yang bermakna. Meski terkadang dilakukan setelah kakinya menginjak sesuatu, tetapi ini menjadi pembiasaan yang baik.

Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta