√Komet Minor Buku Ketujuh Serial Bumi
Header catatantirta.com

Komet Minor Buku Ketujuh Serial Bumi


Bismillah

Review buku ketujuh dalam serial Bumi.

Judul : Komet Minor

Penulis : Tere Liye

Tahun terbit : 2019

Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama

ISBN : 9786020623405

Jumlah Halaman : 376 halaman

Harga : Rp. 84.000; 00

Buku ketujuh dari serial Bumi menceritakan perjalanan Raib, Seli, dan Ali mencari pulau dengan tumbuhan aneh. Pulau tersebut dikatakan merupakan portal menuju Klan Komet Minor tempat tersimpannya senjata pusaka yang sangat kuat.

Ketika Raib, Seli, dan Ali telah lulus ujian ketulusan, persahabatan, dan kerjasama dari paman Kay dan Bibi Nay, mereka mendapatkan portal untuk menuju Klan Komet Minor. Portal itu berupa portal cermin seperti keahlian Batozar. Sesampainya di pulau dengan tumbuhan aneh, mereka mendapat kejutan yang tidak menyenangkan. Mereka mendapat penghianatan dari Max yang juga ikut masuk ke portal cermin. Teman perjalanan mereka yang bernama Max ternyata Si Tanpa Mahkota yang menyamar. Sungguh sangat mengejutkan ketika tiga jaring perak menangkap mereka hingga sulit bergerak.

Situasi menjadi sangat menegangkan. Satu sisi Raib, Seli, dan Ali masih dirundung kekecewaan atas tipuan Si Tanpa Mahkota. Satu sisi lain nyawa mereka dalam bahaya sebab seekor ikan berukuran besar sedang menuju pulau yang mereka datangi. Pulau tempat tumbuhan aneh yang sedang ranum dan siap dimakan. Ikan itulah yang menjadi portal menuju Klan Komet Minor.

Pada detik-detik terakhir, Ali berhasil mengeluarkan cermin kecil milik Batozar. Seletika master B muncul dan segera menyelamatkan mereka. Raib, Seli, Ali, dan Batozar ikut di makan ikan besar bersama dengan Si Tanpa Mahkota. Petualangan di Klan Komet Minor pun dimulai. Kali ini tim mereka bertambah dengan hadirnya Batozar.

Klan Komet Minor adalah tempat hidup aneka binatang yang bentuknya sangat berbeda dari binatang kebanyakan. Hampir seluruh hewan Klan Komet Minor memiliki cairan berwarna hijau yang ternyata adalah racun yang sangat mematikan. Bahkan air yang nampak jernih pun mengandung racun.

Dalam perjalanan mencari informasi tentang keberadaan senjata pusaka, rombongan Raib, Seli  Ali, dan Baatozar bertemu dengan cacing pasak beracun. Seli terkena racun cacing pasak ketika bertarung. Kondisi Seli sangat memprihatinkan sebab nyawanya terancam hilang. Namun, sebagai keturunan Klan Matahari, Seli memiliki daya juang yang tangguh. Apa yang membuatnya sakit justru menjadikannya semakin kuat. Ya, Seli berhasil selamat dan efek racun cacing pasak justru membuatnya semakin kuat.

Petunjuk akan keberadaan senjata pusaka berawal dari seorang petarung Klan Komet minor bernama Entre. Kemudian beralih pada Arci, Kulture, dan yang terakhir adalah Finale. Senjata Pusaka itu berupa tombak yang telah dipisahkan menjadi tiga bagian. Tujuannya adalah agar tidak ada yang menggunakannya lagi sebab senjata pusaka itu sangat berbahaya.

Sejarah pembuatan senjata pusaka diceritakan pada buku ini. Peristiwa tragis yang melibatkan banyak gugurnya para petatung Klan Komet Minor. Senjata pusaka yang awalnya dibuat untuk menjaga perdamaian justru menyebabkan kehancuran.

Selama perjalanan menemukan potongan senjata pusaka, Raib, Seli, Ali, dan Batozar berulang kali bertemu dengan Si Tanpa Mahkota. Mereka bertarung dengan kekuatan penuh meski hasil akhirnya selalu kalah. Setiap kali mendapat potongan pusaka, saat itu pula Si Tanpa Mahkota berhasil merebutnya. Hingga dititik kesempurnaan tombak pusaka jatuh ke tangan Si Tanpa Mahkota terbongkarlah bahwa yang dipegangnya adalah senjata palsu. Ini merupakan trik yang dibuat oleh Ali dengan kecerdasan dan bantuan teknologi terkini.

Bagaimana bisa Si Tanpa Mahkota tertipu oleh Ali?

Lantas, apakah Si Tanpa Mahkota berhasil merebut senjata pusaka yang asli.

Silahkan membaca lengkap buku ketujuh serial Bumi.

Komet Minor yang penuh perjuangan.

Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta