√Bersyukur Dan Bersyukur
Header catatantirta.com

Bersyukur Dan Bersyukur

Sebuah rumah mempunyai peran dalam menciptakan peradaban manusia. Dimana cikal bakal peradaban itu sendiri ada di dalam rumah yang dibangun oleh istri bersama suami. Sepasang suami istri yang telah diamanahi anak berperan sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan yang diajarkan pada anak - anak. awal mula pondasi demi pondasi peradaban dibangun oleh orang tua kepada anak - anak dengan pendidikan sesuai dengan fitrah dan ketentuanNYA, bukan berdasarkan keinginan kita sebagai orang tua.

Untuk mengawali peradaban ini, maka dimulailah dari diri sendiri sebagai seorang wanita. Ketika seorang wanita mengharap kepada Sang Maha Pemberi terkait calon imamnya, maka memantaskan diri adalah kuci utamanya. Memperbaiki diri kemudian mempersiapkan diri menyambut kekasih dunia. Menjalin biduk rumah tangga bersama dan mencetak generasi penerus yang mumpuni.
Tugas NHW 3 kali ini terkait dengan peradaban yang bermula dari dalam rumah. Membangun cinta bersama suami dan anak -anak.
 
Sebuah surat cinta telah terkirim pada sang pujaan hati. Ada rasa haru bercampur bahagia karena saya memilih laki - laki yang tepat. Kata demi kata terurai sederhana namun oenuh makna. Saya teringat kembali masa pertama kali bertemu dengan suami. Saat itu saya baru bergabung di sebuah perusahaan manufacturing. Kebetulan kami satu divisi dan meja kerja kami berhadapan. Hari berganti dan waktu terus berputar. Peristiwa demi peristiwa membuat saya mengenal dirinya lebih jauh hingga akhirnya hati ini mantap untuk bersanding mengikat janji suci bersama dengannya.
Dari rangkaian kata sebuah surat cinta berbalas bahagia. Apa yang tertuang di sana adalah bait - bait do'a, harapa dan rasa syukur karena telah bertemu dengan dirinya. Balasan surat cinta membuat saya semakin bersyukur memilikinya.
 
Dia, laki - laki yang akan membuat keluarga kami bahagia.
Setelah menikah, kebahagiaan kami berlanjut dengan hadirnya seorang bayi perempuan nan cantik. Sungguh Allah SWT teramat besar kasih sayangnya pada kami hingga tidak perlu menunggu lama menanti sang buah hati. Terima kasih atas amanah yang Engkau berikan, Ya Rabb.
Seorang bintang keluarga hadir bersama rasa syukur yang terus bertambah. Kemudahan demi kemudahan terus mengalir mengiringi bahtera rumah tangga kami. Nalaheta, itu nama yang kami sematkan pada dirinya. Dia, anak perempuan yang telah menyempurnakan kebahagiaan kami.
Kini usianya telah menginjak 4 tahun. Pertumbuhannya begitu mengagumkan dan amazing ( menurut kaca mata saya ). Suaranya cetar membahana dan bisa melengking tinggi ketika berteriak dan menangis. Bermain lompat - lompat, berlari, dan bercerita menjadi aktifitasnya yang tiada henti. Bahkan ketika GTM pun dia masih mampu bergerak aktif. Kegemarannya yang lain yaitu mewarnai, membaca buku cerita, dan bermain puzzle.
 
Ada satu kelucuan darinya yang ditiru dari sebuah kartun anak di televisi. Ketika meminta sesuatu yang dikehendaki, maka kedua tangannya akan digenggam di depan dada sambil mengedipkan matanya sebagai tanda permohonan. Lucu dan benar - benar menggemaskan. Saya dan suami tidak pernah bosan melihatnya tertawa. Cerianya adalah bahagia kami sebagai orang tuanya.
Kami juga memberinya media pembelajaran interaktif agar Nala menjadi anak yang aktif dan kreatif. Memberinya kebebasan berkreasi agar dapat menemukan potensi dan bakat yang ada pada dirinya. Kami juga membuat sebuah peraturan sederhana terkait aktifitas sehari - hari agar dia mengenal batasan - batasan yang perlu ditaati. Terlepas dari semua itu, kami mendidiknya sesuai dengan usianya. Jika pun ada yang lebih, maka itu bonus untuk kami sebagai orang tuanya.  Bahagia, kami bahagia memiliki putri kecil seperti dirinya.
Bersyukur pada Allah SWT atas amanah yang telah diberikan kepada kami.

Saya sangat bersyukur bisa mendampingi tumbuh. Meskipun harus rela melepas pekerjaan di ranah publik dan menjadi fulltime mom, saya tidak pernah menyesali keputusan ini. Saya tahu bahwa berkarir tidak harus di luar rumah, karena di dalam rumah pun masih bisa menciptakan prestasi gemilang. Salah satunya yaitu mendidik anak dengan kebaikan dan melihatnya tumbuh menjadi generasi hebat.
Setelah memutuskan resign dari pekerjaan, saya mulai mencari aktifitas di rumah yang bisa membuat saya tetap aktif dan produktif. Beruntung saya bertemu dengan teman - teman yang sedang menekuni dunia kepenulisan. Saya pun bergabung dan mengasah kemampuan menulis yang pernah ada ketika berseragam putih abu - abu.
 
Mengosongkan gelas, dimulai dari nol, itulah yang saya lakukan ketika menapaki dunia literasi. Beberapa kuliah online menambah ilmu baru dan membuat saya semakin senang dengan dunia baru ini. Saya juga mulai membeli buku - buku fiksi dan non fiksi sebagai referensi bacaan. Hasilnya cukup memuaskan. Beberapa event lomba memilih karya saya sebagai pemenangnya. Bersyukur, tentu saya akan terus bersyukur.
Ada satu lagi cita - cita yang ingin saya raih untuk diri saya, keluarga, dan orang - orang sekitar. Berbekal ijasah di dunia pendidikan, saya berencana membuka sebuah tempat belajar. Mengajak anak - anak agar gemar belajar dan menuntut ilmu. Membantu anak - anak yang mengalami kesulitan dalam pelajarannya di sekolah agar lebih mudah memahami pelajaran yang ada.
Saya ingin berbagi pengetahuan pada mereka agar ilmu yang pernah saya dapat menjadi lebih bermanfaat dan menjadi amalan saya kelak ketika menghadap Sang Maha Kuas.
Semoga ini segera terealisasi.
Aamiin.




#NHW3
#KelasMatrikulasiBekasiIIPBekasi2
#Day3
#KuliahMatrikulasiBatch5
#MembangunPeradabanDariDalamRumah
#RuangMenulis
#Odopfor99days03Feb18


Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta