√Apresiasi untuk Sebuah Karya
Header catatantirta.com

Apresiasi untuk Sebuah Karya




"Mom, lihat sini tower stackonya tinggi."


Suara Nala melengking hingga ke dapur. Saya menjawab sekenanya saja karena sedang mengaduk hidangan makan siang. Tidak sampai satu menit, suara Nala kembali terdengar dengan kalimat yang sama. Namun, nada suaranya terdengar makin merajuk. 

"Mom, lihat sini tower stackonya tinggi."

Beruntung masakan di atas kompor sudah matang. Saya pun menghampiri Nala di ruang multifungsi. Ruangan ini berada di tengah-tengah runah kami.
Kenapa diberi nama ruangan multifungsi? 
Karena di sana tempat kami makan, menonton televisi, bersantai, dan juga area bermain untuk Nala. Kami lebih sering berada di ruangan ini daripada ruangan yang lain.

Sesampainya di ruang tengah, saya disambut dengan senyum lebar dan tawa ceria Nala. Matanya sedang berbinar menatap susunan balok warna-warni yang cukup tinggi dan agak miring. Saya membalas dengan rasa bangga dan memberinya ciuman hangat.

Susunan balok dari mainan tower stacko ini dibuat sendiri oleh Nala. Saya sedang tidak mengawasinya karena sibuk di dapur. Sungguh ini karya yang luar biasa di mata saya. Biasanya untuk menyusun tower stacko, Nala akan meminta bantuan saya atau ayahnya ketika ada di rumah. Namun kali ini, Nala membangun tumpukan balok dengan tangannya sendiri. Bahkan dia sempat memainkannya sendirian. Sungguh ini sebuah kejutan yang membuat saya semakin bangga padanya. Anak balita yang kini semakin pandai menuangkan imajinasinya dalam bermacam aktifitas. Membentuk bermacam karya yang seringkali tidak terlintas di kepala saya. Semua menjadikan saya semakin bersyukur memiliki anak perempuan yang telah menginjak usia empat tahun.

Saya melihat karyanya ini sebagai sebuah kemajuan dari proses tumbuh kembangnya. Dilihat dari keberhasilan Nala membangung sebuah karya, menunjukkan bahwa kemandiriannya mulai beranjak. Rasa percaya dirinya mulai bangkit sehingga mengarahkan gerak fisiknya untuk menciptakan sebuah karya. Mungkin bagi orang dewasa, susunan balok ini terlihat mudah. Namun bagi anak berusia empat tahun, menyusun dan mengatur keseimbangan balok adalah hal yang cukup sulit. Perlu ada keselarasan antar saraf motorik agar mampu menata balok-balok hingga tinggi. Diperlukan kerjasama antara tangan kanandan kiri agar mudah merangkai satu demi satu balok hingga menjadi sebuah bangunan yang berdiri.

Saya bangga melihat hasil karya Nala. Saya pun memberinya apresiasi berupa pelukan dan tepuk tangan. Membuatnya makin berbinar dan nampak puas karena berhasil menyusun balok-balok tower stacko tanpa bantuan orang lain. Memperkuat rasa percaya dirinyahingga nanti akan lahir karya-karya lain yang lebih baik dan menakjubkan. Saya akan terus menyokongnya dari belakang dan berusaha memberinya kebebasan untuk terus berekspresi dan mengalirkan imajinasinya.

Pemberian apresiasi atas keberhasilan anak perlu dilakukan oleh para orang tua. Hal ini bertujuan untuk menambah rasa percaya diri pada anak dan meningkatkan kemampuannya untuk menciptakan karya-karya yang lain. Tidak harus dengan sebuah hadiah mewah atau mahal karena pelukan, tepuk tangan, dan perhatian lebih berarti dan akan membekas pada diri anak. Berikan ucapan-ucapan bangga dan bahagia agar anak menjadi makin bersemangat dan termotivasi menciptakan karya yang lebih hebat.

Sajikan bermacam media pendukung yang dapat digunakan sebagai alat untuk menyalurkan minat dan bakat anak. Media inilah yang akan membantu anak untuk dapat menciptakan karya dengan lebih mudah. Sarana yang memadai juga menjadi salah satu jalan agar anak bisa menuangkan ribuan ide yang ada di pikiran mereka. Dampingi dan arahkan agar hasilnya menjadi lebih sempurna.




#30DWCjilid13
#Day26
#tema_Karya
#Odopfor99days


Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta