√Puasa Minggu Keempat Tahap Kepompong
Header catatantirta.com

Puasa Minggu Keempat Tahap Kepompong

Alhamdulillah,
Puasa minggu ke empat ini menjadi puasa penutup di tahap kepompong, kelas Bunda Cekatan, Ibu Profesional.

Pencapaian pekan terakhir ini cukup baik. Ritme dalam melakukan pekerjaan domestik sudah lebih mudah da sesuai target yang ingin saya capai. Ada manajemen waktu yang terbentuk seperti air. Mengalir begitu saja mengikuti habit yang mulai terbentuk.



Berikut target puasa minggu ke empat  yang masih sama seperti sebelumnya, yaitu :

  1. Excellent : Menyetrika siang tanpa daring, menyetrika malam tanpa daring, pakaian kering sudah setrika tanpa sisa, mencuci tanpa daring, baca buku 10 halaman.
  2. Very good : Menyetrika malam tanpa daring, menyetrika siang tanpa daring, mencuci tanpa daring, pakaian kering ada sisa setrika, tidak baca buku.
  3. Satisfactory : Menyetrika malam tanpa daring, menyetrika siang dengan daring, mencuci dengan daring, pakaian kering ada sisa setrika, tidak baca buku.
  4. Need Improvement : Menyetrika malam dengan daring, menyetrika siang dengan daring, mencuci dengan daring, pakaian kering ada sisa setrika, tidak baca buku.

Hari pertama
Bertepatan dengan hari minggu dan kami akan membuat nasi bento, maka saya fokus pada acara syukuran adik kecil hingga tak memegang gawai separuh hari penuh. Tetapi ini tidak membuat saya hampa. Justru saya bahagia karena bisa fokus mempersiapkan nasi kuning untuk dibagikan ke tetangga terdekat.
Bagaimana dengan pekerjaan domestik?
Saya memilih memasak sebagai prioritas di hari itu. Sekitar pukul 11.30 wib, semua bento sudah siap dan selesai dibagikan pada pukul 12.00 wib.
Setelah beristirahat sejenak, barulah saya memulai tugas domestik. Lagi-lagi tanpa gawai, sehingga semua selesai dengan cepat. Malamnya menyetrika sisa pakaian kemarin. Hari itu saya tidak membaca buku.
Badge Very Good saya sematkan.

Hari kedua
Senin semangat meski kemarin sedikit rehat. Pakaian kotor sisa kemarin menjadi prioritas saya sejak pagi. Saya bangun lebih pagi karena akan memasak untuk sarapan dan bekal suami. Kebetulan suami dapat piket ke kantor. Sepanjang siang, saya mendampingi anak-anak bermain dan belajar. Sesekali gawai daring saat mendampingi anak-anak.
Ternyata, saat suami bekerja di kantor, saya bisa mengkondisikan rumah dengan suasana yang nyaman dan menyenangkan.
Saya pun bisa membaca buku melebihi target 10 halaman dan juga menyetrika malam cukup banyak. Dengan puasa gawai, setiap pekerjaan menjadi lebih cepat selesai.
Badge Very Good saya sematkan.

Hari ketiga
Masih bergumul dengan pakaian kotor yang ingin segera bersih. Dengan ritme domestik yang semakin baik, saya pun bisa menyelesaikan pekerjaan  dengan mudah. Waktu bermain dengan anak-anak pun lebih nyaman dan menyenangkan. Kami juga membaca buku bersama. Hanya sesekali gawai daring ketika mendampingi anak-anak. Juga malam hari sebelum menyetrika pakaian.
Badge Very Good saya sematkan.

Hari keempat
Suasana rumah sudah mulai stabil. Pakaian kotor pun sudah tidak ada sisa dari sisa kemarin. Bahagia rasanya bisa menyelesaikan semua sesuai target. Gawai yang mulai jarang tersentuh kecuali chatting via watsapp membuat saya terbiasa.
Menyetrika malam ditemani suami sambil menonton film bertemakan mobil balap sejenis F1.
Badge Very Good saya sematkan.

Kesimpulan si puasa minggu keempat yang hanya 4 hari ini adalah bahwa konsistensi bisa melahirkan habit yang tanpa sadar mengalir dan membuat diri menjadi lebih baik.






#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#kelaskepompong
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional




Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta