√Setiap Anak Terlahir Membawa Fitrahnya
Header catatantirta.com

Setiap Anak Terlahir Membawa Fitrahnya



Materik sesi 4 pada Matrikulasi Ibu Profesional kali ini membahas tentang "Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah".
Mengutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Fitrah, fitrah berasal dari akar kata f-t-r dalam bahasa Arab yang berarti membuka atau menguak. Fitrah sendiri mempunyai makna asal kejadian, keadaan yang suci, dan kembali ke asal.
Dari segi bahasa, kata fitrah terambil dari akar kata al-fathr yang berarti belahan, dan dari makna ini lahir makna-makna lain, seperti "penciptaan" dan "kejadian".
Dalam Islam terdapat konsep bahwa setiap orang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Fitrah dalam hal ini berarti bayi dilahirkan dalam keadaan suci, tidak memiliki dosa apapun. Seseorang yang kembali kepada fitrahnya, mempunyai makna ia mencari kesucian dan keyakinannya yang asli, sebagaimana pada saat ia dilahirkan.
Jadi, setiap anak terlahir dengan fitrahnya sebagai manusia yang mencakup fitrah Ilahiyah, fitrah belajar, fitrah bakat, fitrah perkembangan, fitrak seksualitas, fitrah energi, dll. Bagaimana cara orang tua terutama ibu sebagai madrasah pertama anak dalam membina semua fitrah tersebut ?
Tentunya yang perlu diketahui lebih dulu adalah tentang makna dari fitrah yang ada pada diri anak. Setelah memahami bahwa sedtiap anak punya hak akan fitrahnya sebagai manusia, maka temani dan dampingi anak selama melampaui fitrah tersebut. Beri keluasan agar semua mengalir secara alami tanpa adanya beban yang harus ditanggung oleh anak.
Berbagai penelitian tentang pendidikan menyatakan bahwa semakin mendominasi, menyetir, dan mengendalikan maka proses pendidikan akan tidak alamiah dan bisa menyebabkan fitrah anak - anak terganggu bahkan rusak. Ikuti saja fitrahnya maka ketika anak sudah menyukainya kemudian cinta terhadap apa yang dilakukan akan timbul kesadaran pada diri anak untuk mandiri melakukan semuanya.
Sebagai orang tua berikan perhatian penuh ketika menemani anak menjelajahi fitrahnya. Cukup memberi arahan dan motivasi agar anak melakukannya dengan senang. Kebahagiaan akan muncul di hati anak - anak yang kemudian melahirkan kepercayaan diri dan mampu melakukan apapun dengan baik.
Hindari rasa cemas, galau, apalagi baper ketika anak belum mencapai tahap seperti anak lain. Ingatlah bahwa setiap anak unik dan punnya cara sendiri untuk mencapai sesuatu. Lakukan interaksi positif dan beri stimulus pada anak sehingga mampu mencapai fitrahnya. Kemudian syukuri setiap potensi dan pencapaian yang diraih oleh anak maka kebahagiaan akan senantiasa mengiringi perjalanan dalam mendidik anak menjadi generasi beradap.


 Sumber :
~ Materi Matrikulasi Ibu Profesional tentang " Mendidik Dengan Kekuatan Fitrah".
~ www.wikipedia.com


#RuangMenulis
#Odopfor99days13Feb18

Posting Komentar

Terima kasih sudah main ke Catatan Tirta